طٰسۤمّۤ
ṭā sīm mīm
1
Tha Sin Mim
Tha Sin Mim
تِلْكَ اٰيٰتُ الْكِتٰبِ الْمُبِيْنِ
tilka āyātul-kitābil-mubīn
2
Inilah ayat-ayat Kitab (Al-Qur'an) yang jelas.
Inilah ayat-ayat Kitab (Al-Qur'an) yang jelas.
لَعَلَّكَ بَاخِعٌ نَّفْسَكَ اَلَّا يَكُوْنُوْا مُؤْمِنِيْنَ
la'allaka bākhi'un nafsaka allā yakụnụ mu`minīn
3
Boleh jadi engkau (Muhammad) akan membinasakan dirimu (dengan kesedihan), karena mereka (penduduk Mekah) tidak beriman.
Boleh jadi engkau (Muhammad) akan membinasakan dirimu (dengan kesedihan), karena mereka (penduduk Mekah) tidak beriman.
اِنْ نَّشَأْ نُنَزِّلْ عَلَيْهِمْ مِّنَ السَّمَاۤءِ اٰيَةً فَظَلَّتْ اَعْنَاقُهُمْ لَهَا خَاضِعِيْنَ
in nasya` nunazzil 'alaihim minas-samā`i āyatan fa ẓallat a'nāquhum lahā khāḍi'īn
4
Jika Kami menghendaki, niscaya Kami turunkan kepada mereka mukjizat dari langit, yang akan membuat tengkuk mereka tunduk dengan rendah hati kepadanya.
Jika Kami menghendaki, niscaya Kami turunkan kepada mereka mukjizat dari langit, yang akan membuat tengkuk mereka tunduk dengan rendah hati kepadanya.
وَمَا يَأْتِيْهِمْ مِّنْ ذِكْرٍ مِّنَ الرَّحْمٰنِ مُحْدَثٍ اِلَّا كَانُوْا عَنْهُ مُعْرِضِيْنَ
wa mā ya`tīhim min żikrim minar-raḥmāni muḥdaṡin illā kānụ 'an-hu mu'riḍīn
5
Dan setiap kali disampaikan kepada mereka suatu peringatan baru (ayat Al-Qur'an yang diturunkan) dari Tuhan Yang Maha Pengasih, mereka selalu berpaling darinya.
Dan setiap kali disampaikan kepada mereka suatu peringatan baru (ayat Al-Qur'an yang diturunkan) dari Tuhan Yang Maha Pengasih, mereka selalu berpaling darinya.
فَقَدْ كَذَّبُوْا فَسَيَأْتِيْهِمْ اَنْۢبـٰۤؤُا مَا كَانُوْا بِهٖ يَسْتَهْزِءُوْنَ
fa qad każżabụ fa saya`tīhim ambā`u mā kānụ bihī yastahzi`ụn
6
Sungguh, mereka telah mendustakan (Al-Qur'an), maka kelak akan datang kepada mereka (kebenaran) berita-berita mengenai apa (azab) yang dulu mereka perolok-olokkan.
Sungguh, mereka telah mendustakan (Al-Qur'an), maka kelak akan datang kepada mereka (kebenaran) berita-berita mengenai apa (azab) yang dulu mereka perolok-olokkan.
اَوَلَمْ يَرَوْا اِلَى الْاَرْضِ كَمْ اَنْۢبَتْنَا فِيْهَا مِنْ كُلِّ زَوْجٍ كَرِيْمٍ
a wa lam yarau ilal-arḍi kam ambatnā fīhā ming kulli zaujing karīm
7
Dan apakah mereka tidak memperhatikan bumi, betapa banyak Kami tumbuhkan di bumi itu berbagai macam pasangan (tumbuh-tumbuhan) yang baik?
Dan apakah mereka tidak memperhatikan bumi, betapa banyak Kami tumbuhkan di bumi itu berbagai macam pasangan (tumbuh-tumbuhan) yang baik?
اِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيَةًۗ وَمَا كَانَ اَكْثَرُهُمْ مُّؤْمِنِيْنَ
inna fī żālika la`āyah, wa mā kāna akṡaruhum mu`minīn
8
Sungguh, pada yang demikian itu terdapat tanda (kebesaran Allah), tetapi kebanyakan mereka tidak beriman.
Sungguh, pada yang demikian itu terdapat tanda (kebesaran Allah), tetapi kebanyakan mereka tidak beriman.
وَاِنَّ رَبَّكَ لَهُوَ الْعَزِيْزُ الرَّحِيْمُ
wa inna rabbaka lahuwal-'azīzur-raḥīm
9
Dan sungguh, Tuhanmu Dialah Yang Mahaperkasa, Maha Penyayang.
Dan sungguh, Tuhanmu Dialah Yang Mahaperkasa, Maha Penyayang.
وَاِذْ نَادٰى رَبُّكَ مُوْسٰٓى اَنِ ائْتِ الْقَوْمَ الظّٰلِمِيْنَ ۙ
wa iż nādā rabbuka mụsā ani`til-qaumaẓ-ẓālimīn
10
Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu menyeru Musa (dengan firman-Nya), “Datangilah kaum yang zalim itu,
Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu menyeru Musa (dengan firman-Nya), “Datangilah kaum yang zalim itu,
قَوْمَ فِرْعَوْنَ ۗ اَلَا يَتَّقُوْنَ
qauma fir'aụn, alā yattaqụn
11
(yaitu) kaum Fir‘aun. Mengapa mereka tidak bertakwa?”
(yaitu) kaum Fir‘aun. Mengapa mereka tidak bertakwa?”
قَالَ رَبِّ اِنِّيْٓ اَخَافُ اَنْ يُّكَذِّبُوْنِ ۗ
qāla rabbi innī akhāfu ay yukażżibụn
12
Dia (Musa) berkata, “Ya Tuhanku, sungguh, aku takut mereka akan mendustakan aku,
Dia (Musa) berkata, “Ya Tuhanku, sungguh, aku takut mereka akan mendustakan aku,
وَيَضِيْقُ صَدْرِيْ وَلَا يَنْطَلِقُ لِسَانِيْ فَاَرْسِلْ اِلٰى هٰرُوْنَ
wa yaḍīqu ṣadrī wa lā yanṭaliqu lisānī fa arsil ilā hārụn
13
sehingga dadaku terasa sempit dan lidahku tidak lancar, maka utuslah Harun (bersamaku).
sehingga dadaku terasa sempit dan lidahku tidak lancar, maka utuslah Harun (bersamaku).
وَلَهُمْ عَلَيَّ ذَنْۢبٌ فَاَخَافُ اَنْ يَّقْتُلُوْنِ ۚ
wa lahum 'alayya żambun fa akhāfu ay yaqtulụn
14
Sebab aku berdosa terhadap mereka, maka aku takut mereka akan membunuhku.”
Sebab aku berdosa terhadap mereka, maka aku takut mereka akan membunuhku.”
قَالَ كَلَّاۚ فَاذْهَبَا بِاٰيٰتِنَآ اِنَّا مَعَكُمْ مُّسْتَمِعُوْنَ ۙ
qāla kallā, faż-habā bi`āyātinā innā ma'akum mustami'ụn
15
(Allah) berfirman, “Jangan takut (mereka tidak akan dapat membunuhmu)! Maka pergilah kamu berdua dengan membawa ayat-ayat Kami (mukjizat-mukjizat); sungguh, Kami bersamamu mendengarkan (apa yang mereka katakan),
(Allah) berfirman, “Jangan takut (mereka tidak akan dapat membunuhmu)! Maka pergilah kamu berdua dengan membawa ayat-ayat Kami (mukjizat-mukjizat); sungguh, Kami bersamamu mendengarkan (apa yang mereka katakan),
فَأْتِيَا فِرْعَوْنَ فَقُوْلَآ اِنَّا رَسُوْلُ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ ۙ
fa`tiyā fir'auna fa qụlā innā rasụlu rabbil-'ālamīn
16
maka datanglah kamu berdua kepada Fir‘aun dan katakan, “Sesungguhnya kami adalah rasul-rasul Tuhan seluruh alam,
maka datanglah kamu berdua kepada Fir‘aun dan katakan, “Sesungguhnya kami adalah rasul-rasul Tuhan seluruh alam,
اَنْ اَرْسِلْ مَعَنَا بَنِيْٓ اِسْرَاۤءِيْلَ ۗ
an arsil ma'anā banī isrā`īl
17
lepaskanlah Bani Israil (pergi) bersama kami.”
lepaskanlah Bani Israil (pergi) bersama kami.”
قَالَ اَلَمْ نُرَبِّكَ فِيْنَا وَلِيْدًا وَّلَبِثْتَ فِيْنَا مِنْ عُمُرِكَ سِنِيْنَ ۗ
qāla a lam nurabbika fīnā walīdaw wa labiṡta fīnā min 'umurika sinīn
18
Dia (Fir‘aun) menjawab, “Bukankah kami telah mengasuhmu dalam lingkungan (keluarga) kami, waktu engkau masih kanak-kanak dan engkau tinggal bersama kami beberapa tahun dari umurmu.
Dia (Fir‘aun) menjawab, “Bukankah kami telah mengasuhmu dalam lingkungan (keluarga) kami, waktu engkau masih kanak-kanak dan engkau tinggal bersama kami beberapa tahun dari umurmu.
وَفَعَلْتَ فَعْلَتَكَ الَّتِيْ فَعَلْتَ وَاَنْتَ مِنَ الْكٰفِرِيْنَ
wa fa'alta fa'latakallatī fa'alta wa anta minal-kāfirīn
19
Dan engkau (Musa) telah melakukan (kesalahan dari) perbuatan yang telah engkau lakukan dan engkau termasuk orang yang tidak tahu berterima kasih.”
Dan engkau (Musa) telah melakukan (kesalahan dari) perbuatan yang telah engkau lakukan dan engkau termasuk orang yang tidak tahu berterima kasih.”
قَالَ فَعَلْتُهَآ اِذًا وَّاَنَا۠ مِنَ الضَّاۤلِّيْنَ
qāla fa'altuhā iżaw wa ana minaḍ-ḍāllīn
20
Dia (Musa) berkata, “Aku telah melakukannya, dan ketika itu aku termasuk orang yang khilaf.
Dia (Musa) berkata, “Aku telah melakukannya, dan ketika itu aku termasuk orang yang khilaf.
فَفَرَرْتُ مِنْكُمْ لَمَّا خِفْتُكُمْ فَوَهَبَ لِيْ رَبِّيْ حُكْمًا وَّجَعَلَنِيْ مِنَ الْمُرْسَلِيْنَ
fa farartu mingkum lammā khiftukum fa wahaba lī rabbī ḥukmaw wa ja'alanī minal-mursalīn
21
Lalu aku lari darimu karena aku takut kepadamu, kemudian Tuhanku menganugerahkan ilmu kepadaku serta Dia menjadikan aku salah seorang di antara rasul-rasul.
Lalu aku lari darimu karena aku takut kepadamu, kemudian Tuhanku menganugerahkan ilmu kepadaku serta Dia menjadikan aku salah seorang di antara rasul-rasul.
وَتِلْكَ نِعْمَةٌ تَمُنُّهَا عَلَيَّ اَنْ عَبَّدْتَّ بَنِيْٓ اِسْرَاۤءِيْلَ ۗ
wa tilka ni'matun tamunnuhā 'alayya an 'abbatta banī isrā`īl
22
Dan itulah kebaikan yang telah engkau berikan kepadaku, (sementara) itu engkau telah memperbudak Bani Israil.”
Dan itulah kebaikan yang telah engkau berikan kepadaku, (sementara) itu engkau telah memperbudak Bani Israil.”
قَالَ فِرْعَوْنُ وَمَا رَبُّ الْعٰلَمِيْنَ ۗ
qāla fir'aunu wa mā rabbul-'ālamīn
23
Fir‘aun bertanya, “Siapa Tuhan seluruh alam itu?”
Fir‘aun bertanya, “Siapa Tuhan seluruh alam itu?”
قَالَ رَبُّ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَاۗ اِنْ كُنْتُمْ مُّوْقِنِيْنَ
qāla rabbus-samāwāti wal-arḍi wa mā bainahumā, ing kuntum mụqinīn
24
Dia (Musa) menjawab, “Tuhan pencipta langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya (itulah Tuhanmu), jika kamu mempercayai-Nya.”
Dia (Musa) menjawab, “Tuhan pencipta langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya (itulah Tuhanmu), jika kamu mempercayai-Nya.”
قَالَ لِمَنْ حَوْلَهٗٓ اَلَا تَسْتَمِعُوْنَ
qāla liman ḥaulahū alā tastami'ụn
25
Dia (Fir‘aun) berkata kepada orang-orang di sekelilingnya, “Apakah kamu tidak mendengar (apa yang dikatakannya)?”
Dia (Fir‘aun) berkata kepada orang-orang di sekelilingnya, “Apakah kamu tidak mendengar (apa yang dikatakannya)?”
قَالَ رَبُّكُمْ وَرَبُّ اٰبَاۤىِٕكُمُ الْاَوَّلِيْنَ
qāla rabbukum wa rabbu ābā`ikumul-awwalīn
26
Dia (Musa) berkata, “(Dia) Tuhanmu dan juga Tuhan nenek moyangmu terdahulu.”
Dia (Musa) berkata, “(Dia) Tuhanmu dan juga Tuhan nenek moyangmu terdahulu.”
قَالَ اِنَّ رَسُوْلَكُمُ الَّذِيْٓ اُرْسِلَ اِلَيْكُمْ لَمَجْنُوْنٌ
qāla inna rasụlakumullażī ursila ilaikum lamajnụn
27
Dia (Fir‘aun) berkata, “Sungguh, Rasulmu yang diutus kepada kamu benar-benar orang gila.”
Dia (Fir‘aun) berkata, “Sungguh, Rasulmu yang diutus kepada kamu benar-benar orang gila.”
قَالَ رَبُّ الْمَشْرِقِ وَالْمَغْرِبِ وَمَا بَيْنَهُمَاۗ اِنْ كُنْتُمْ تَعْقِلُوْنَ
qāla rabbul-masyriqi wal-magribi wa mā bainahumā, ing kuntum ta'qilụn
28
Dia (Musa) berkata, “(Dialah) Tuhan (yang menguasai) timur dan barat dan apa yang ada di antara keduanya; jika kamu mengerti.”
Dia (Musa) berkata, “(Dialah) Tuhan (yang menguasai) timur dan barat dan apa yang ada di antara keduanya; jika kamu mengerti.”
قَالَ لَىِٕنِ اتَّخَذْتَ اِلٰهًا غَيْرِيْ لَاَجْعَلَنَّكَ مِنَ الْمَسْجُوْنِيْنَ
qāla la`inittakhażta ilāhan gairī la`aj'alannaka minal-masjụnīn
29
Dia (Fir‘aun) berkata, “Sungguh, jika engkau menyembah Tuhan selain aku, pasti aku masukkan engkau ke dalam penjara.”
Dia (Fir‘aun) berkata, “Sungguh, jika engkau menyembah Tuhan selain aku, pasti aku masukkan engkau ke dalam penjara.”
قَالَ اَوَلَوْ جِئْتُكَ بِشَيْءٍ مُّبِيْنٍ
qāla a walau ji`tuka bisyai`im mubīn
30
Dia (Musa) berkata, “Apakah (engkau akan melakukan itu) sekalipun aku tunjukkan kepadamu sesuatu (bukti) yang nyata?”
Dia (Musa) berkata, “Apakah (engkau akan melakukan itu) sekalipun aku tunjukkan kepadamu sesuatu (bukti) yang nyata?”
قَالَ فَأْتِ بِهٖٓ اِنْ كُنْتَ مِنَ الصّٰدِقِيْنَ
qāla fa`ti bihī ing kunta minaṣ-ṣādiqīn
31
Dia (Fir‘aun) berkata, “Tunjukkan sesuatu (bukti yang nyata) itu, jika engkau termasuk orang yang benar!”
Dia (Fir‘aun) berkata, “Tunjukkan sesuatu (bukti yang nyata) itu, jika engkau termasuk orang yang benar!”
فَاَلْقٰى عَصَاهُ فَاِذَا هِيَ ثُعْبَانٌ مُّبِيْنٌ ۚ
fa alqā 'aṣāhu fa iżā hiya ṡu'bānum mubīn
32
Maka dia (Musa) melemparkan tongkatnya, tiba-tiba tongkat itu menjadi ular besar yang sebenarnya.
Maka dia (Musa) melemparkan tongkatnya, tiba-tiba tongkat itu menjadi ular besar yang sebenarnya.
وَنَزَعَ يَدَهٗ فَاِذَا هِيَ بَيْضَاۤءُ لِلنّٰظِرِيْنَ
wa naza'a yadahụ fa iżā hiya baiḍā`u lin-nāẓirīn
33
Dan dia mengeluarkan tangannya (dari dalam bajunya), tiba-tiba tangan itu menjadi putih (bercahaya) bagi orang-orang yang melihatnya.
Dan dia mengeluarkan tangannya (dari dalam bajunya), tiba-tiba tangan itu menjadi putih (bercahaya) bagi orang-orang yang melihatnya.
قَالَ لِلْمَلَاِ حَوْلَهٗٓ اِنَّ هٰذَا لَسٰحِرٌ عَلِيْمٌ ۙ
qāla lil-mala`i ḥaulahū inna hāżā lasāḥirun 'alīm
34
Dia (Fir‘aun) berkata kepada para pemuka di sekelilingnya, “Sesungguhnya dia (Musa) ini pasti seorang pesihir yang pandai,
Dia (Fir‘aun) berkata kepada para pemuka di sekelilingnya, “Sesungguhnya dia (Musa) ini pasti seorang pesihir yang pandai,
يُّرِيْدُ اَنْ يُّخْرِجَكُمْ مِّنْ اَرْضِكُمْ بِسِحْرِهٖۖ فَمَاذَا تَأْمُرُوْنَ
yurīdu ay yukhrijakum min arḍikum bisiḥrihī fa māżā ta`murụn
35
dia hendak mengusir kamu dari negerimu dengan sihirnya; karena itu apakah yang kamu sarankan?”
dia hendak mengusir kamu dari negerimu dengan sihirnya; karena itu apakah yang kamu sarankan?”
قَالُوْٓا اَرْجِهْ وَاَخَاهُ وَابْعَثْ فِى الْمَدَاۤىِٕنِ حٰشِرِيْنَ ۙ
qālū arjih wa akhāhu wab'aṡ fil-madā`ini ḥāsyirīn
36
Mereka menjawab, “Tahanlah (untuk sementara) dia dan saudaranya, dan utuslah ke seluruh negeri orang-orang yang akan mengumpulkan (pesihir),
Mereka menjawab, “Tahanlah (untuk sementara) dia dan saudaranya, dan utuslah ke seluruh negeri orang-orang yang akan mengumpulkan (pesihir),
يَأْتُوْكَ بِكُلِّ سَحَّارٍ عَلِيْمٍ
ya`tụka bikulli saḥḥārin 'alīm
37
niscaya mereka akan mendatangkan semua pesihir yang pandai kepadamu.”
niscaya mereka akan mendatangkan semua pesihir yang pandai kepadamu.”
فَجُمِعَ السَّحَرَةُ لِمِيْقَاتِ يَوْمٍ مَّعْلُوْمٍ ۙ
fa jumi'as-saḥaratu limīqāti yaumim ma'lụm
38
Lalu dikumpulkanlah para pesihir pada waktu (yang ditetapkan) pada hari yang telah ditentukan,
Lalu dikumpulkanlah para pesihir pada waktu (yang ditetapkan) pada hari yang telah ditentukan,
وَّقِيْلَ لِلنَّاسِ هَلْ اَنْتُمْ مُّجْتَمِعُوْنَ ۙ
wa qīla lin-nāsi hal antum mujtami'ụn
39
dan diumumkan kepada orang banyak, “Berkumpullah kamu semua,
dan diumumkan kepada orang banyak, “Berkumpullah kamu semua,
لَعَلَّنَا نَتَّبِعُ السَّحَرَةَ اِنْ كَانُوْا هُمُ الْغٰلِبِيْنَ
la'allanā nattabi'us-saḥarata ing kānụ humul-gālibīn
40
agar kita mengikuti para pesihir itu, jika mereka yang menang.”
agar kita mengikuti para pesihir itu, jika mereka yang menang.”
فَلَمَّا جَاۤءَ السَّحَرَةُ قَالُوْا لِفِرْعَوْنَ اَىِٕنَّ لَنَا لَاَجْرًا اِنْ كُنَّا نَحْنُ الْغٰلِبِيْنَ
fa lammā jā`as-saḥaratu qālụ lifir'auna a inna lanā la`ajran ing kunnā naḥnul-gālibīn
41
Maka ketika para pesihir datang, mereka berkata kepada Fir‘aun, “Apakah kami benar-benar akan mendapat imbalan yang besar jika kami yang menang?”
Maka ketika para pesihir datang, mereka berkata kepada Fir‘aun, “Apakah kami benar-benar akan mendapat imbalan yang besar jika kami yang menang?”
قَالَ نَعَمْ وَاِنَّكُمْ اِذًا لَّمِنَ الْمُقَرَّبِيْنَ
qāla na'am wa innakum iżal laminal-muqarrabīn
42
Dia (Fir‘aun) menjawab, “Ya, dan bahkan kamu pasti akan mendapat kedudukan yang dekat (kepadaku).”
Dia (Fir‘aun) menjawab, “Ya, dan bahkan kamu pasti akan mendapat kedudukan yang dekat (kepadaku).”
قَالَ لَهُمْ مُّوْسٰٓى اَلْقُوْا مَآ اَنْتُمْ مُّلْقُوْنَ
qāla lahum mụsā alqụ mā antum mulqụn
43
Dia (Musa) berkata kepada mereka, “Lemparkanlah apa yang hendak kamu lemparkan.”
Dia (Musa) berkata kepada mereka, “Lemparkanlah apa yang hendak kamu lemparkan.”
فَاَلْقَوْا حِبَالَهُمْ وَعِصِيَّهُمْ وَقَالُوْا بِعِزَّةِ فِرْعَوْنَ اِنَّا لَنَحْنُ الْغٰلِبُوْنَ
fa alqau ḥibālahum wa 'iṣiyyahum wa qālụ bi'izzati fir'auna innā lanaḥnul-gālibụn
44
Lalu mereka melemparkan tali temali dan tongkat-tongkat mereka seraya berkata, “Demi kekuasaan Fir‘aun, pasti kamilah yang akan menang.”
Lalu mereka melemparkan tali temali dan tongkat-tongkat mereka seraya berkata, “Demi kekuasaan Fir‘aun, pasti kamilah yang akan menang.”
فَاَلْقٰى مُوْسٰى عَصَاهُ فَاِذَا هِيَ تَلْقَفُ مَا يَأْفِكُوْنَ ۚ
fa alqā mụsā 'aṣāhu fa iżā hiya talqafu mā ya`fikụn
45
Kemudian Musa melemparkan tongkatnya, maka tiba-tiba ia menelan benda-benda palsu yang mereka ada-adakan itu.
Kemudian Musa melemparkan tongkatnya, maka tiba-tiba ia menelan benda-benda palsu yang mereka ada-adakan itu.
فَاُلْقِيَ السَّحَرَةُ سٰجِدِيْنَ ۙ
fa ulqiyas-saḥaratu sājidīn
46
Maka menyungkurlah para pesihir itu, bersujud.
Maka menyungkurlah para pesihir itu, bersujud.
قَالُوْٓا اٰمَنَّا بِرَبِّ الْعٰلَمِيْنَ ۙ
qālū āmannā birabbil-'ālamīn
47
Mereka berkata, “Kami beriman kepada Tuhan seluruh alam,
Mereka berkata, “Kami beriman kepada Tuhan seluruh alam,
رَبِّ مُوْسٰى وَهٰرُوْنَ
rabbi mụsā wa hārụn
48
(yaitu) Tuhannya Musa dan Harun.”
(yaitu) Tuhannya Musa dan Harun.”
قَالَ اٰمَنْتُمْ لَهٗ قَبْلَ اَنْ اٰذَنَ لَكُمْۚ اِنَّهٗ لَكَبِيْرُكُمُ الَّذِيْ عَلَّمَكُمُ السِّحْرَۚ فَلَسَوْفَ تَعْلَمُوْنَ ەۗ لَاُقَطِّعَنَّ اَيْدِيَكُمْ وَاَرْجُلَكُمْ مِّنْ خِلَافٍ وَّلَاُصَلِّبَنَّكُمْ اَجْمَعِيْنَۚ
qāla āmantum lahụ qabla an āżana lakum, innahụ lakabīrukumullażī 'allamakumus-siḥr, fa lasaufa ta'lamụn, la`uqaṭṭi'anna aidiyakum wa arjulakum min khilāfiw wa la`uṣallibannakum ajma'īn
49
Dia (Fir‘aun) berkata, “Mengapa kamu beriman kepada Musa sebelum aku memberi izin kepadamu? Sesungguhnya dia pemimpinmu yang mengajarkan sihir kepadamu. Nanti kamu pasti akan tahu (akibat perbuatanmu). Pasti akan kupotong tangan dan kakimu bersilang dan sungguh, akan kusalib kamu semuanya.”
Dia (Fir‘aun) berkata, “Mengapa kamu beriman kepada Musa sebelum aku memberi izin kepadamu? Sesungguhnya dia pemimpinmu yang mengajarkan sihir kepadamu. Nanti kamu pasti akan tahu (akibat perbuatanmu). Pasti akan kupotong tangan dan kakimu bersilang dan sungguh, akan kusalib kamu semuanya.”
قَالُوْا لَا ضَيْرَ ۖاِنَّآ اِلٰى رَبِّنَا مُنْقَلِبُوْنَ ۚ
qālụ lā ḍaira innā ilā rabbinā mungqalibụn
50
Mereka berkata, “Tidak ada yang kami takutkan, karena kami akan kembali kepada Tuhan kami.
Mereka berkata, “Tidak ada yang kami takutkan, karena kami akan kembali kepada Tuhan kami.
اِنَّا نَطْمَعُ اَنْ يَّغْفِرَ لَنَا رَبُّنَا خَطٰيٰنَآ اَنْ كُنَّآ اَوَّلَ الْمُؤْمِنِيْنَ ۗ
innā naṭma'u ay yagfira lanā rabbunā khaṭāyānā ang kunnā awwalal-mu`minīn
51
Sesungguhnya kami sangat menginginkan sekiranya Tuhan kami akan mengampuni kesalahan kami, karena kami menjadi orang yang pertama-tama beriman.”
Sesungguhnya kami sangat menginginkan sekiranya Tuhan kami akan mengampuni kesalahan kami, karena kami menjadi orang yang pertama-tama beriman.”
۞ وَاَوْحَيْنَآ اِلٰى مُوْسٰٓى اَنْ اَسْرِ بِعِبَادِيْٓ اِنَّكُمْ مُّتَّبَعُوْنَ
wa auḥainā ilā mụsā an asri bi'ibādī innakum muttaba'ụn
52
Dan Kami wahyukan (perintahkan) kepada Musa, “Pergilah pada malam hari dengan membawa hamba-hamba-Ku (Bani Israil), sebab pasti kamu akan dikejar.”
Dan Kami wahyukan (perintahkan) kepada Musa, “Pergilah pada malam hari dengan membawa hamba-hamba-Ku (Bani Israil), sebab pasti kamu akan dikejar.”
فَاَرْسَلَ فِرْعَوْنُ فِى الْمَدَاۤىِٕنِ حٰشِرِيْنَ ۚ
fa arsala fir'aunu fil-madā`ini ḥāsyirīn
53
Kemudian Fir‘aun mengirimkan orang ke kota-kota (untuk mengumpulkan bala tentaranya).
Kemudian Fir‘aun mengirimkan orang ke kota-kota (untuk mengumpulkan bala tentaranya).
اِنَّ هٰٓؤُلَاۤءِ لَشِرْذِمَةٌ قَلِيْلُوْنَۙ
inna hā`ulā`i lasyirżimatung qalīlụn
54
(Fir‘aun berkata), “Sesungguhnya mereka (Bani Israil) hanya sekelompok kecil,
(Fir‘aun berkata), “Sesungguhnya mereka (Bani Israil) hanya sekelompok kecil,
وَاِنَّهُمْ لَنَا لَغَاۤىِٕظُوْنَ ۙ
wa innahum lanā lagā`iẓụn
55
dan sesungguhnya mereka telah berbuat hal-hal yang menimbulkan amarah kita,
dan sesungguhnya mereka telah berbuat hal-hal yang menimbulkan amarah kita,
وَاِنَّا لَجَمِيْعٌ حٰذِرُوْنَ ۗ
wa innā lajamī'un ḥāżirụn
56
dan sesungguhnya kita semua tanpa kecuali harus selalu waspada.”
dan sesungguhnya kita semua tanpa kecuali harus selalu waspada.”
فَاَخْرَجْنٰهُمْ مِّنْ جَنّٰتٍ وَّعُيُوْنٍ ۙ
fa akhrajnāhum min jannātiw wa 'uyụn
57
Kemudian, Kami keluarkan mereka (Fir‘aun dan kaumnya) dari taman-taman dan mata air,
Kemudian, Kami keluarkan mereka (Fir‘aun dan kaumnya) dari taman-taman dan mata air,
وَّكُنُوْزٍ وَّمَقَامٍ كَرِيْمٍ ۙ
wa kunụziw wa maqāming karīm
58
dan (dari) harta kekayaan dan kedudukan yang mulia,
dan (dari) harta kekayaan dan kedudukan yang mulia,
كَذٰلِكَۚ وَاَوْرَثْنٰهَا بَنِيْٓ اِسْرَاۤءِيْلَ ۗ
każālik, wa auraṡnāhā banī isrā`īl
59
demikianlah, dan Kami anugerahkan semuanya (itu) kepada Bani Israil.
demikianlah, dan Kami anugerahkan semuanya (itu) kepada Bani Israil.
فَاَتْبَعُوْهُمْ مُّشْرِقِيْنَ
fa atba'ụhum musyriqīn
60
Lalu (Fir‘aun dan bala tentaranya) dapat menyusul mereka pada waktu matahari terbit.
Lalu (Fir‘aun dan bala tentaranya) dapat menyusul mereka pada waktu matahari terbit.
فَلَمَّا تَرَاۤءَ الْجَمْعٰنِ قَالَ اَصْحٰبُ مُوْسٰٓى اِنَّا لَمُدْرَكُوْنَ ۚ
fa lammā tarā`al-jam'āni qāla aṣ-ḥābu mụsā innā lamudrakụn
61
Maka ketika kedua golongan itu saling melihat, berkatalah pengikut-pengikut Musa, “Kita benar-benar akan tersusul.”
Maka ketika kedua golongan itu saling melihat, berkatalah pengikut-pengikut Musa, “Kita benar-benar akan tersusul.”
قَالَ كَلَّاۗ اِنَّ مَعِيَ رَبِّيْ سَيَهْدِيْنِ
qāla kallā, inna ma'iya rabbī sayahdīn
62
Dia (Musa) menjawab, “Sekali-kali tidak akan (tersusul); sesungguhnya Tuhanku bersamaku, Dia akan memberi petunjuk kepadaku.”
Dia (Musa) menjawab, “Sekali-kali tidak akan (tersusul); sesungguhnya Tuhanku bersamaku, Dia akan memberi petunjuk kepadaku.”
فَاَوْحَيْنَآ اِلٰى مُوْسٰٓى اَنِ اضْرِبْ بِّعَصَاكَ الْبَحْرَۗ فَانْفَلَقَ فَكَانَ كُلُّ فِرْقٍ كَالطَّوْدِ الْعَظِيْمِ ۚ
fa auḥainā ilā mụsā aniḍrib bi'aṣākal-baḥr, fanfalaqa fa kāna kullu firqing kaṭ-ṭaudil-'aẓīm
63
Lalu Kami wahyukan kepada Musa, “Pukullah laut itu dengan tongkatmu.” Maka terbelahlah lautan itu, dan setiap belahan seperti gunung yang besar.
Lalu Kami wahyukan kepada Musa, “Pukullah laut itu dengan tongkatmu.” Maka terbelahlah lautan itu, dan setiap belahan seperti gunung yang besar.
وَاَزْلَفْنَا ثَمَّ الْاٰخَرِيْنَ ۚ
wa azlafnā ṡammal-ākharīn
64
Dan di sanalah Kami dekatkan golongan yang lain.
Dan di sanalah Kami dekatkan golongan yang lain.
وَاَنْجَيْنَا مُوْسٰى وَمَنْ مَّعَهٗٓ اَجْمَعِيْنَ ۚ
wa anjainā mụsā wa mam ma'ahū ajma'īn
65
Dan Kami selamatkan Musa dan orang-orang yang bersamanya.
Dan Kami selamatkan Musa dan orang-orang yang bersamanya.
ثُمَّ اَغْرَقْنَا الْاٰخَرِيْنَ ۗ
ṡumma agraqnal-ākharīn
66
Kemudian Kami tenggelamkan golongan yang lain.
Kemudian Kami tenggelamkan golongan yang lain.
اِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيَةً ۗوَمَا كَانَ اَكْثَرُهُمْ مُّؤْمِنِيْنَ
inna fī żālika la`āyah, wa mā kāna akṡaruhum mu`minīn
67
Sungguh, pada yang demikian itu terdapat suatu tanda (kekuasaan Allah), tetapi kebanyakan mereka tidak beriman.
Sungguh, pada yang demikian itu terdapat suatu tanda (kekuasaan Allah), tetapi kebanyakan mereka tidak beriman.
وَاِنَّ رَبَّكَ لَهُوَ الْعَزِيْزُ الرَّحِيْمُ
wa inna rabbaka lahuwal-'azīzur-raḥīm
68
Dan sesungguhnya Tuhanmu Dialah Yang Mahaperkasa, Maha Penyayang.
Dan sesungguhnya Tuhanmu Dialah Yang Mahaperkasa, Maha Penyayang.
وَاتْلُ عَلَيْهِمْ نَبَاَ اِبْرٰهِيْمَ ۘ
watlu 'alaihim naba`a ibrāhīm
69
Dan bacakanlah kepada mereka kisah Ibrahim.
Dan bacakanlah kepada mereka kisah Ibrahim.
اِذْ قَالَ لِاَبِيْهِ وَقَوْمِهٖ مَا تَعْبُدُوْنَ
iż qāla li`abīhi wa qaumihī mā ta'budụn
70
Ketika dia (Ibrahim) berkata kepada ayahnya dan kaumnya, “Apakah yang kamu sembah?”
Ketika dia (Ibrahim) berkata kepada ayahnya dan kaumnya, “Apakah yang kamu sembah?”
قَالُوْا نَعْبُدُ اَصْنَامًا فَنَظَلُّ لَهَا عٰكِفِيْنَ
qālụ na'budu aṣnāman fa naẓallu lahā 'ākifīn
71
Mereka menjawab, “Kami menyembah berhala-berhala dan kami senantiasa tekun menyembahnya.”
Mereka menjawab, “Kami menyembah berhala-berhala dan kami senantiasa tekun menyembahnya.”
قَالَ هَلْ يَسْمَعُوْنَكُمْ اِذْ تَدْعُوْنَ ۙ
qāla hal yasma'ụnakum iż tad'ụn
72
Dia (Ibrahim) berkata, “Apakah mereka mendengarmu ketika kamu berdoa (kepadanya)?
Dia (Ibrahim) berkata, “Apakah mereka mendengarmu ketika kamu berdoa (kepadanya)?
اَوْ يَنْفَعُوْنَكُمْ اَوْ يَضُرُّوْنَ
au yanfa'ụnakum au yaḍurrụn
73
Atau (dapatkah) mereka memberi manfaat atau mencelakakan kamu?”
Atau (dapatkah) mereka memberi manfaat atau mencelakakan kamu?”
قَالُوْا بَلْ وَجَدْنَآ اٰبَاۤءَنَا كَذٰلِكَ يَفْعَلُوْنَ
qālụ bal wajadnā ābā`anā każālika yaf'alụn
74
Mereka menjawab, “Tidak, tetapi kami dapati nenek moyang kami berbuat begitu.”
Mereka menjawab, “Tidak, tetapi kami dapati nenek moyang kami berbuat begitu.”
قَالَ اَفَرَءَيْتُمْ مَّا كُنْتُمْ تَعْبُدُوْنَ ۙ
qāla a fa ra`aitum mā kuntum ta'budụn
75
Dia (Ibrahim) berkata, “Apakah kamu memperhatikan apa yang kamu sembah,
Dia (Ibrahim) berkata, “Apakah kamu memperhatikan apa yang kamu sembah,
اَنْتُمْ وَاٰبَاۤؤُكُمُ الْاَقْدَمُوْنَ ۙ
antum wa ābā`ukumul-aqdamụn
76
kamu dan nenek moyang kamu yang terdahulu?
kamu dan nenek moyang kamu yang terdahulu?
فَاِنَّهُمْ عَدُوٌّ لِّيْٓ اِلَّا رَبَّ الْعٰلَمِيْنَ ۙ
fa innahum 'aduwwul lī illā rabbal-'ālamīn
77
Sesungguhnya mereka (apa yang kamu sembah) itu musuhku, lain halnya Tuhan seluruh alam,
Sesungguhnya mereka (apa yang kamu sembah) itu musuhku, lain halnya Tuhan seluruh alam,
الَّذِيْ خَلَقَنِيْ فَهُوَ يَهْدِيْنِ ۙ
allażī khalaqanī fa huwa yahdīn
78
(yaitu) Yang telah menciptakan aku, maka Dia yang memberi petunjuk kepadaku,
(yaitu) Yang telah menciptakan aku, maka Dia yang memberi petunjuk kepadaku,
وَالَّذِيْ هُوَ يُطْعِمُنِيْ وَيَسْقِيْنِ ۙ
wallażī huwa yuṭ'imunī wa yasqīn
79
dan Yang memberi makan dan minum kepadaku;
dan Yang memberi makan dan minum kepadaku;
وَاِذَا مَرِضْتُ فَهُوَ يَشْفِيْنِ ۙ
wa iżā mariḍtu fa huwa yasyfīn
80
dan apabila aku sakit, Dialah yang menyembuhkan aku,
dan apabila aku sakit, Dialah yang menyembuhkan aku,
وَالَّذِيْ يُمِيْتُنِيْ ثُمَّ يُحْيِيْنِ ۙ
wallażī yumītunī ṡumma yuḥyīn
81
dan Yang akan mematikan aku, kemudian akan menghidupkan aku (kembali),
dan Yang akan mematikan aku, kemudian akan menghidupkan aku (kembali),
وَالَّذِيْٓ اَطْمَعُ اَنْ يَّغْفِرَ لِيْ خَطِيْۤـَٔتِيْ يَوْمَ الدِّيْنِ ۗ
wallażī aṭma'u ay yagfira lī khaṭī`atī yaumad-dīn
82
dan Yang sangat kuinginkan akan mengampuni kesalahanku pada hari Kiamat.”
dan Yang sangat kuinginkan akan mengampuni kesalahanku pada hari Kiamat.”
رَبِّ هَبْ لِيْ حُكْمًا وَّاَلْحِقْنِيْ بِالصّٰلِحِيْنَ ۙ
rabbi hab lī ḥukmaw wa al-ḥiqnī biṣ-ṣāliḥīn
83
Ibrahim berdoa), “Ya Tuhanku, berikanlah kepadaku ilmu dan masukkanlah aku ke dalam golongan orang-orang yang saleh,
Ibrahim berdoa), “Ya Tuhanku, berikanlah kepadaku ilmu dan masukkanlah aku ke dalam golongan orang-orang yang saleh,
وَاجْعَلْ لِّيْ لِسَانَ صِدْقٍ فِى الْاٰخِرِيْنَ ۙ
waj'al lī lisāna ṣidqin fil-ākhirīn
84
dan jadikanlah aku buah tutur yang baik bagi orang-orang (yang datang) kemudian,
dan jadikanlah aku buah tutur yang baik bagi orang-orang (yang datang) kemudian,
وَاجْعَلْنِيْ مِنْ وَّرَثَةِ جَنَّةِ النَّعِيْمِ ۙ
waj'alnī miw waraṡati jannatin-na'īm
85
dan jadikanlah aku termasuk orang yang mewarisi surga yang penuh kenikmatan,
dan jadikanlah aku termasuk orang yang mewarisi surga yang penuh kenikmatan,
وَاغْفِرْ لِاَبِيْٓ اِنَّهٗ كَانَ مِنَ الضَّاۤلِّيْنَ ۙ
wagfir li`abī innahụ kāna minaḍ-ḍāllīn
86
dan ampunilah ayahku, sesungguhnya dia termasuk orang yang sesat,
dan ampunilah ayahku, sesungguhnya dia termasuk orang yang sesat,
وَلَا تُخْزِنِيْ يَوْمَ يُبْعَثُوْنَۙ
wa lā tukhzinī yauma yub'aṡụn
87
dan janganlah Engkau hinakan aku pada hari mereka dibangkitkan,
dan janganlah Engkau hinakan aku pada hari mereka dibangkitkan,
يَوْمَ لَا يَنْفَعُ مَالٌ وَّلَا بَنُوْنَ ۙ
yauma lā yanfa'u māluw wa lā banụn
88
(yaitu) pada hari (ketika) harta dan anak-anak tidak berguna,
(yaitu) pada hari (ketika) harta dan anak-anak tidak berguna,
اِلَّا مَنْ اَتَى اللّٰهَ بِقَلْبٍ سَلِيْمٍ ۗ
illā man atallāha biqalbin salīm
89
kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih,
kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih,
وَاُزْلِفَتِ الْجَنَّةُ لِلْمُتَّقِيْنَ ۙ
wa uzlifatil-jannatu lil-muttaqīn
90
dan surga didekatkan kepada orang-orang yang bertakwa,
dan surga didekatkan kepada orang-orang yang bertakwa,
وَبُرِّزَتِ الْجَحِيْمُ لِلْغٰوِيْنَ ۙ
wa burrizatil-jaḥīmu lil-gāwīn
91
dan neraka Jahim diperlihatkan dengan jelas kepada orang-orang yang sesat,”
dan neraka Jahim diperlihatkan dengan jelas kepada orang-orang yang sesat,”
وَقِيْلَ لَهُمْ اَيْنَ مَا كُنْتُمْ تَعْبُدُوْنَ ۙ
wa qīla lahum aina mā kuntum ta'budụn
92
dan dikatakan kepada mereka, “Di mana berhala-berhala yang dahulu kamu sembah,
dan dikatakan kepada mereka, “Di mana berhala-berhala yang dahulu kamu sembah,
مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗهَلْ يَنْصُرُوْنَكُمْ اَوْ يَنْتَصِرُوْنَ ۗ
min dụnillāh, hal yanṣurụnakum au yantaṣirụn
93
selain Allah? Dapatkah mereka menolong kamu atau menolong diri mereka sendiri?”
selain Allah? Dapatkah mereka menolong kamu atau menolong diri mereka sendiri?”
فَكُبْكِبُوْا فِيْهَا هُمْ وَالْغَاوٗنَ ۙ
fakubkibụ fīhā hum wal-gāwụn
94
Maka mereka (sesembahan itu) dijungkirkan ke dalam neraka bersama orang-orang yang sesat,
Maka mereka (sesembahan itu) dijungkirkan ke dalam neraka bersama orang-orang yang sesat,
وَجُنُوْدُ اِبْلِيْسَ اَجْمَعُوْنَ ۗ
wa junụdu iblīsa ajma'ụn
95
dan bala tentara Iblis semuanya.
dan bala tentara Iblis semuanya.
قَالُوْا وَهُمْ فِيْهَا يَخْتَصِمُوْنَ
qālụ wa hum fīhā yakhtaṣimụn
96
Mereka berkata sambil bertengkar di dalamnya (neraka),
Mereka berkata sambil bertengkar di dalamnya (neraka),
تَاللّٰهِ اِنْ كُنَّا لَفِيْ ضَلٰلٍ مُّبِيْنٍ ۙ
tallāhi ing kunnā lafī ḍalālim mubīn
97
”Demi Allah, sesungguhnya kita dahulu (di dunia) dalam kesesatan yang nyata,
”Demi Allah, sesungguhnya kita dahulu (di dunia) dalam kesesatan yang nyata,
اِذْ نُسَوِّيْكُمْ بِرَبِّ الْعٰلَمِيْنَ
iż nusawwīkum birabbil-'ālamīn
98
karena kita mempersamakan kamu (berhala-berhala) dengan Tuhan seluruh alam.
karena kita mempersamakan kamu (berhala-berhala) dengan Tuhan seluruh alam.
وَمَآ اَضَلَّنَآ اِلَّا الْمُجْرِمُوْنَ
wa mā aḍallanā illal-mujrimụn
99
Dan tidak ada yang menyesatkan kita kecuali orang-orang yang berdosa.
Dan tidak ada yang menyesatkan kita kecuali orang-orang yang berdosa.
فَمَا لَنَا مِنْ شَافِعِيْنَ ۙ
fa mā lanā min syāfi'īn
100
Maka sehingga (sekarang) kita tidak mempunyai pemberi syafaat (penolong),
Maka sehingga (sekarang) kita tidak mempunyai pemberi syafaat (penolong),
وَلَا صَدِيْقٍ حَمِيْمٍ
wa lā ṣadīqin ḥamīm
101
dan tidak pula mempunyai teman yang akrab,
dan tidak pula mempunyai teman yang akrab,
فَلَوْ اَنَّ لَنَا كَرَّةً فَنَكُوْنَ مِنَ الْمُؤْمِنِيْنَ
falau anna lanā karratan fa nakụna minal-mu`minīn
102
Maka seandainya kita dapat kembali (ke dunia) niscaya kita menjadi orang-orang yang beriman.”
Maka seandainya kita dapat kembali (ke dunia) niscaya kita menjadi orang-orang yang beriman.”
اِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيَةً ۗوَمَا كَانَ اَكْثَرُهُمْ مُّؤْمِنِيْنَ
inna fī żālika la`āyah, wa mā kāna akṡaruhum mu`minīn
103
Sungguh, pada yang demikian itu terdapat tanda (kekuasaan Allah), tetapi kebanyakan mereka tidak beriman.
Sungguh, pada yang demikian itu terdapat tanda (kekuasaan Allah), tetapi kebanyakan mereka tidak beriman.
وَاِنَّ رَبَّكَ لَهُوَ الْعَزِيْزُ الرَّحِيْمُ
wa inna rabbaka lahuwal-'azīzur-raḥīm
104
Dan sungguh, Tuhanmu benar-benar Dialah Mahaperkasa, Maha Penyayang.
Dan sungguh, Tuhanmu benar-benar Dialah Mahaperkasa, Maha Penyayang.
كَذَّبَتْ قَوْمُ نُوْحِ ِۨالْمُرْسَلِيْنَ ۚ
każżabat qaumu nụḥinil-mursalīn
105
Kaum Nuh telah mendustakan para rasul.
Kaum Nuh telah mendustakan para rasul.
اِذْ قَالَ لَهُمْ اَخُوْهُمْ نُوْحٌ اَلَا تَتَّقُوْنَ ۚ
iż qāla lahum akhụhum nụḥun alā tattaqụn
106
Ketika saudara mereka (Nuh) berkata kepada mereka, “Mengapa kamu tidak bertakwa?
Ketika saudara mereka (Nuh) berkata kepada mereka, “Mengapa kamu tidak bertakwa?
اِنِّيْ لَكُمْ رَسُوْلٌ اَمِيْنٌ ۙ
innī lakum rasụlun amīn
107
Sesungguhnya aku ini seorang rasul kepercayaan (yang diutus) kepadamu,
Sesungguhnya aku ini seorang rasul kepercayaan (yang diutus) kepadamu,
فَاتَّقُوا اللّٰهَ وَاَطِيْعُوْنِۚ
fattaqullāha wa aṭī'ụn
108
Maka bertakwalah kamu kepada Allah dan taatlah kepadaku.
Maka bertakwalah kamu kepada Allah dan taatlah kepadaku.
وَمَآ اَسْـَٔلُكُمْ عَلَيْهِ مِنْ اَجْرٍۚ اِنْ اَجْرِيَ اِلَّا عَلٰى رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ ۚ
wa mā as`alukum 'alaihi min ajr, in ajriya illā 'alā rabbil-'ālamīn
109
Dan aku tidak meminta imbalan kepadamu atas ajakan itu; imbalanku hanyalah dari Tuhan seluruh alam.
Dan aku tidak meminta imbalan kepadamu atas ajakan itu; imbalanku hanyalah dari Tuhan seluruh alam.
فَاتَّقُوا اللّٰهَ وَاَطِيْعُوْنِ
fattaqullāha wa aṭī'ụn
110
Maka bertakwalah kamu kepada Allah dan taatlah kepadaku.”
Maka bertakwalah kamu kepada Allah dan taatlah kepadaku.”
۞ قَالُوْٓا اَنُؤْمِنُ لَكَ وَاتَّبَعَكَ الْاَرْذَلُوْنَ ۗ
qālū a nu`minu laka wattaba'akal-arżalụn
111
Mereka berkata, “Apakah kami harus beriman kepadamu, padahal pengikut-pengikutmu orang-orang yang hina?”
Mereka berkata, “Apakah kami harus beriman kepadamu, padahal pengikut-pengikutmu orang-orang yang hina?”
قَالَ وَمَا عِلْمِيْ بِمَا كَانُوْا يَعْمَلُوْنَ ۚ
qāla wa mā 'ilmī bimā kānụ ya'malụn
112
Dia (Nuh) menjawab, “Tidak ada pengetahuanku tentang apa yang mereka kerjakan.
Dia (Nuh) menjawab, “Tidak ada pengetahuanku tentang apa yang mereka kerjakan.
اِنْ حِسَابُهُمْ اِلَّا عَلٰى رَبِّيْ لَوْ تَشْعُرُوْنَ ۚ
in ḥisābuhum illā 'alā rabbī lau tasy'urụn
113
Perhitungan (amal perbuatan) mereka tidak lain hanyalah kepada Tuhanku, jika kamu menyadari.
Perhitungan (amal perbuatan) mereka tidak lain hanyalah kepada Tuhanku, jika kamu menyadari.
وَمَآ اَنَا۠ بِطَارِدِ الْمُؤْمِنِيْنَ ۚ
wa mā ana biṭāridil-mu`minīn
114
Dan aku tidak akan mengusir orang-orang yang beriman.
Dan aku tidak akan mengusir orang-orang yang beriman.
اِنْ اَنَا۠ اِلَّا نَذِيْرٌ مُّبِيْنٌ ۗ
in ana illā nażīrum mubīn
115
Aku (ini) hanyalah pemberi peringatan yang jelas.”
Aku (ini) hanyalah pemberi peringatan yang jelas.”
قَالُوْا لَىِٕنْ لَّمْ تَنْتَهِ يٰنُوْحُ لَتَكُوْنَنَّ مِنَ الْمَرْجُوْمِيْنَۗ
qālụ la`il lam tantahi yā nụḥu latakụnanna minal-marjụmīn
116
Mereka berkata, “Wahai Nuh! Sungguh, jika engkau tidak (mau) berhenti, niscaya engkau termasuk orang yang dirajam (dilempari batu sampai mati).”
Mereka berkata, “Wahai Nuh! Sungguh, jika engkau tidak (mau) berhenti, niscaya engkau termasuk orang yang dirajam (dilempari batu sampai mati).”
قَالَ رَبِّ اِنَّ قَوْمِيْ كَذَّبُوْنِۖ
qāla rabbi inna qaumī każżabụn
117
Dia (Nuh) berkata, “Ya Tuhanku, sungguh kaumku telah mendustakan aku;
Dia (Nuh) berkata, “Ya Tuhanku, sungguh kaumku telah mendustakan aku;
فَافْتَحْ بَيْنِيْ وَبَيْنَهُمْ فَتْحًا وَّنَجِّنِيْ وَمَنْ مَّعِيَ مِنَ الْمُؤْمِنِيْنَ
faftaḥ bainī wa bainahum fat-ḥaw wa najjinī wa mam ma'iya minal-mu`minīn
118
maka berilah keputusan antara aku dengan mereka, dan selamatkanlah aku dan mereka yang beriman bersamaku.”
maka berilah keputusan antara aku dengan mereka, dan selamatkanlah aku dan mereka yang beriman bersamaku.”
فَاَنْجَيْنٰهُ وَمَنْ مَّعَهٗ فِى الْفُلْكِ الْمَشْحُوْنِ
fa anjaināhu wa mam ma'ahụ fil-fulkil-masy-ḥụn
119
Kemudian Kami menyelamatkannya Nuh dan orang-orang yang bersamanya di dalam kapal yang penuh muatan.
Kemudian Kami menyelamatkannya Nuh dan orang-orang yang bersamanya di dalam kapal yang penuh muatan.
ثُمَّ اَغْرَقْنَا بَعْدُ الْبٰقِيْنَ
ṡumma agraqnā ba'dul-bāqīn
120
Kemudian setelah itu Kami tenggelamkan orang-orang yang tinggal.
Kemudian setelah itu Kami tenggelamkan orang-orang yang tinggal.
اِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيَةً ۗوَمَا كَانَ اَكْثَرُهُمْ مُّؤْمِنِيْنَ
inna fī żālika la`āyah, wa mā kāna akṡaruhum mu`minīn
121
Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kekuasaan Allah), tetapi kebanyakan mereka tidak beriman.
Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kekuasaan Allah), tetapi kebanyakan mereka tidak beriman.
وَاِنَّ رَبَّكَ لَهُوَ الْعَزِيْزُ الرَّحِيْمُ
wa inna rabbaka lahuwal-'azīzur-raḥīm
122
Dan sungguh, Tuhanmu, Dialah Yang Mahaperkasa, Maha Penyayang.
Dan sungguh, Tuhanmu, Dialah Yang Mahaperkasa, Maha Penyayang.
كَذَّبَتْ عَادُ ِۨالْمُرْسَلِيْنَ ۖ
każżabat 'ādunil-mursalīn
123
(Kaum) ‘Ad telah mendustakan para rasul.
(Kaum) ‘Ad telah mendustakan para rasul.
اِذْ قَالَ لَهُمْ اَخُوْهُمْ هُوْدٌ اَلَا تَتَّقُوْنَ ۚ
iż qāla lahum akhụhum hụdun alā tattaqụn
124
Ketika saudara mereka Hud berkata kepada mereka, “Mengapa kamu tidak bertakwa?
Ketika saudara mereka Hud berkata kepada mereka, “Mengapa kamu tidak bertakwa?
اِنِّيْ لَكُمْ رَسُوْلٌ اَمِيْنٌ ۙ
innī lakum rasụlun amīn
125
Sungguh, aku ini seorang rasul kepercayaan (yang diutus) kepadamu,
Sungguh, aku ini seorang rasul kepercayaan (yang diutus) kepadamu,
فَاتَّقُوا اللّٰهَ وَاَطِيْعُوْنِ ۚ
fattaqullāha wa aṭī'ụn
126
karena itu bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku.
karena itu bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku.
وَمَآ اَسْـَٔلُكُمْ عَلَيْهِ مِنْ اَجْرٍۚ اِنْ اَجْرِيَ اِلَّا عَلٰى رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ ۗ
wa mā as`alukum 'alaihi min ajr, in ajriya illā 'alā rabbil-'ālamīn
127
Dan aku tidak meminta imbalan kepadamu atas ajakan itu; imbalanku hanyalah dari Tuhan seluruh alam.
Dan aku tidak meminta imbalan kepadamu atas ajakan itu; imbalanku hanyalah dari Tuhan seluruh alam.
اَتَبْنُوْنَ بِكُلِّ رِيْعٍ اٰيَةً تَعْبَثُوْنَ ۙ
a tabnụna bikulli rī'in āyatan ta'baṡụn
128
Apakah kamu mendirikan istana-istana pada setiap tanah yang tinggi untuk kemegahan tanpa ditempati,
Apakah kamu mendirikan istana-istana pada setiap tanah yang tinggi untuk kemegahan tanpa ditempati,
وَتَتَّخِذُوْنَ مَصَانِعَ لَعَلَّكُمْ تَخْلُدُوْنَۚ
wa tattakhiżụna maṣāni'a la'allakum takhludụn
129
dan kamu membuat benteng-benteng dengan harapan kamu hidup kekal?
dan kamu membuat benteng-benteng dengan harapan kamu hidup kekal?
وَاِذَا بَطَشْتُمْ بَطَشْتُمْ جَبَّارِيْنَۚ
wa iżā baṭasytum baṭasytum jabbārīn
130
Dan apabila kamu menyiksa, maka kamu lakukan secara kejam dan bengis.
Dan apabila kamu menyiksa, maka kamu lakukan secara kejam dan bengis.
فَاتَّقُوا اللّٰهَ وَاَطِيْعُوْنِۚ
fattaqullāha wa aṭī'ụn
131
Maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku,
Maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku,
وَاتَّقُوا الَّذِيْٓ اَمَدَّكُمْ بِمَا تَعْلَمُوْنَ ۚ
wattaqullażī amaddakum bimā ta'lamụn
132
dan tetaplah kamu bertakwa kepada-Nya yang telah menganugerahkan kepadamu apa yang kamu ketahui.
dan tetaplah kamu bertakwa kepada-Nya yang telah menganugerahkan kepadamu apa yang kamu ketahui.
اَمَدَّكُمْ بِاَنْعَامٍ وَّبَنِيْنَۙ
amaddakum bi`an'āmiw wa banīn
133
Dia (Allah) telah menganugerahkan kepadamu hewan ternak dan anak-anak,
Dia (Allah) telah menganugerahkan kepadamu hewan ternak dan anak-anak,
وَجَنّٰتٍ وَّعُيُوْنٍۚ
wa jannātiw wa 'uyụn
134
dan kebun-kebun, dan mata air,
dan kebun-kebun, dan mata air,
اِنِّيْٓ اَخَافُ عَلَيْكُمْ عَذَابَ يَوْمٍ عَظِيْمٍ ۗ
innī akhāfu 'alaikum 'ażāba yaumin 'aẓīm
135
sesungguhnya aku takut kamu akan ditimpa azab pada hari yang besar.”
sesungguhnya aku takut kamu akan ditimpa azab pada hari yang besar.”
قَالُوْا سَوَاۤءٌ عَلَيْنَآ اَوَعَظْتَ اَمْ لَمْ تَكُنْ مِّنَ الْوَاعِظِيْنَ ۙ
qālụ sawā`un 'alainā a wa'aẓta am lam takum minal-wā'iẓīn
136
Mereka menjawab, “Sama saja bagi kami, apakah engkau memberi nasihat atau tidak memberi nasihat,
Mereka menjawab, “Sama saja bagi kami, apakah engkau memberi nasihat atau tidak memberi nasihat,
اِنْ هٰذَآ اِلَّا خُلُقُ الْاَوَّلِيْنَ ۙ
in hāżā illā khuluqul-awwalīn
137
(agama kami) ini tidak lain hanyalah adat kebiasaan orang-orang terdahulu,
(agama kami) ini tidak lain hanyalah adat kebiasaan orang-orang terdahulu,
وَمَا نَحْنُ بِمُعَذَّبِيْنَ ۚ
wa mā naḥnu bimu'ażżabīn
138
dan kami (sama sekali) tidak akan diazab.”
dan kami (sama sekali) tidak akan diazab.”
فَكَذَّبُوْهُ فَاَهْلَكْنٰهُمْۗ اِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيَةً ۗوَمَا كَانَ اَكْثَرُهُمْ مُّؤْمِنِيْنَ
fa każżabụhu fa ahlaknāhum, inna fī żālika la`āyah, wa mā kāna akṡaruhum mu`minīn
139
Maka mereka mendustakannya (Hud), lalu Kami binasakan mereka. Sungguh, pada yang demikian itu terdapat tanda (kekuasaan Allah), tetapi kebanyakan mereka tidak beriman.
Maka mereka mendustakannya (Hud), lalu Kami binasakan mereka. Sungguh, pada yang demikian itu terdapat tanda (kekuasaan Allah), tetapi kebanyakan mereka tidak beriman.
وَاِنَّ رَبَّكَ لَهُوَ الْعَزِيْزُ الرَّحِيْمُ
wa inna rabbaka lahuwal-'azīzur-raḥīm
140
Dan sungguh, Tuhanmu, Dialah Yang Mahaperkasa, Maha Penyayang.
Dan sungguh, Tuhanmu, Dialah Yang Mahaperkasa, Maha Penyayang.
كَذَّبَتْ ثَمُوْدُ الْمُرْسَلِيْنَ ۖ
każżabat ṡamụdul-mursalīn
141
Kaum Samud telah mendustakan para rasul.
Kaum Samud telah mendustakan para rasul.
اِذْ قَالَ لَهُمْ اَخُوْهُمْ صٰلِحٌ اَلَا تَتَّقُوْنَ ۚ
iż qāla lahum akhụhum ṣāliḥun alā tattaqụn
142
Ketika saudara mereka Saleh berkata kepada mereka, “Mengapa kamu tidak bertakwa?
Ketika saudara mereka Saleh berkata kepada mereka, “Mengapa kamu tidak bertakwa?
اِنِّيْ لَكُمْ رَسُوْلٌ اَمِيْنٌ ۙ
innī lakum rasụlun amīn
143
Sungguh, aku ini seorang rasul kepercayaan (yang diutus) kepadamu,
Sungguh, aku ini seorang rasul kepercayaan (yang diutus) kepadamu,
فَاتَّقُوا اللّٰهَ وَاَطِيْعُوْنِ ۚ
fattaqullāha wa aṭī'ụn
144
karena itu bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku.
karena itu bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku.
وَمَآ اَسْـَٔلُكُمْ عَلَيْهِ مِنْ اَجْرٍۚ اِنْ اَجْرِيَ اِلَّا عَلٰى رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ ۗ
wa mā as`alukum 'alaihi min ajr, in ajriya illā 'alā rabbil-'ālamīn
145
Dan aku tidak meminta sesuatu imbalan kepadamu atas ajakan itu, imbalanku hanyalah dari Tuhan seluruh alam.
Dan aku tidak meminta sesuatu imbalan kepadamu atas ajakan itu, imbalanku hanyalah dari Tuhan seluruh alam.
اَتُتْرَكُوْنَ فِيْ مَا هٰهُنَآ اٰمِنِيْنَ ۙ
a tutrakụna fī mā hāhunā āminīn
146
Apakah kamu (mengira) akan dibiarkan tinggal di sini (di negeri kamu ini) dengan aman,
Apakah kamu (mengira) akan dibiarkan tinggal di sini (di negeri kamu ini) dengan aman,
فِيْ جَنّٰتٍ وَّعُيُوْنٍ ۙ
fī jannātiw wa 'uyụn
147
di dalam kebun-kebun dan mata air,
di dalam kebun-kebun dan mata air,
وَّزُرُوْعٍ وَّنَخْلٍ طَلْعُهَا هَضِيْمٌ ۚ
wa zurụ'iw wa nakhlin ṭal'uhā haḍīm
148
dan tanaman-tanaman dan pohon-pohon kurma yang mayangnya lembut.
dan tanaman-tanaman dan pohon-pohon kurma yang mayangnya lembut.
وَتَنْحِتُوْنَ مِنَ الْجِبَالِ بُيُوْتًا فٰرِهِيْنَ
wa tan-ḥitụna minal-jibāli buyụtan fārihīn
149
Dan kamu pahat dengan terampil sebagian gunung-gunung untuk dijadikan rumah-rumah;
Dan kamu pahat dengan terampil sebagian gunung-gunung untuk dijadikan rumah-rumah;
فَاتَّقُوا اللّٰهَ وَاَطِيْعُوْنِ ۚ
fattaqullāha wa aṭī'ụn
150
maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku;
maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku;
وَلَا تُطِيْعُوْٓا اَمْرَ الْمُسْرِفِيْنَ ۙ
wa lā tuṭī'ū amral-musrifīn
151
dan janganlah kamu menaati perintah orang-orang yang melampaui batas,
dan janganlah kamu menaati perintah orang-orang yang melampaui batas,
الَّذِيْنَ يُفْسِدُوْنَ فِى الْاَرْضِ وَلَا يُصْلِحُوْنَ
allażīna yufsidụna fil-arḍi wa lā yuṣliḥụn
152
yang berbuat kerusakan di bumi dan tidak mengadakan perbaikan.”
yang berbuat kerusakan di bumi dan tidak mengadakan perbaikan.”
قَالُوْٓا اِنَّمَآ اَنْتَ مِنَ الْمُسَحَّرِيْنَ ۙ
qālū innamā anta minal-musaḥḥarīn
153
Mereka berkata, “Sungguh, engkau hanyalah termasuk orang yang kena sihir;
Mereka berkata, “Sungguh, engkau hanyalah termasuk orang yang kena sihir;
مَآ اَنْتَ اِلَّا بَشَرٌ مِّثْلُنَاۙ فَأْتِ بِاٰيَةٍ اِنْ كُنْتَ مِنَ الصّٰدِقِيْنَ
mā anta illā basyarum miṡlunā fa`ti bi`āyatin ing kunta minaṣ-ṣādiqīn
154
engkau hanyalah manusia seperti kami; maka datangkanlah sesuatu mukjizat jika engkau termasuk orang yang benar.”
engkau hanyalah manusia seperti kami; maka datangkanlah sesuatu mukjizat jika engkau termasuk orang yang benar.”
قَالَ هٰذِهٖ نَاقَةٌ لَّهَا شِرْبٌ وَّلَكُمْ شِرْبُ يَوْمٍ مَّعْلُوْمٍ ۚ
qāla hāżihī nāqatul lahā syirbuw wa lakum syirbu yaumim ma'lụm
155
Dia (Saleh) menjawab, “Ini seekor unta betina, yang berhak mendapatkan (giliran) minum, dan kamu juga berhak mendapatkan minum pada hari yang ditentukan.
Dia (Saleh) menjawab, “Ini seekor unta betina, yang berhak mendapatkan (giliran) minum, dan kamu juga berhak mendapatkan minum pada hari yang ditentukan.
وَلَا تَمَسُّوْهَا بِسُوْۤءٍ فَيَأْخُذَكُمْ عَذَابُ يَوْمٍ عَظِيْمٍ
wa lā tamassụhā bisū`in fa ya`khużakum 'ażābu yaumin 'aẓīm
156
Dan jangan kamu menyentuhnya (unta itu) dengan sesuatu kejahatan, nanti kamu akan ditimpa azab pada hari yang dahsyat.”
Dan jangan kamu menyentuhnya (unta itu) dengan sesuatu kejahatan, nanti kamu akan ditimpa azab pada hari yang dahsyat.”
فَعَقَرُوْهَا فَاَصْبَحُوْا نٰدِمِيْنَ ۙ
fa 'aqarụhā fa aṣbaḥụ nādimīn
157
Kemudian mereka membunuhnya, lalu mereka merasa menyesal,
Kemudian mereka membunuhnya, lalu mereka merasa menyesal,
فَاَخَذَهُمُ الْعَذَابُۗ اِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيَةً ۗوَمَا كَانَ اَكْثَرُهُمْ مُّؤْمِنِيْنَ
fa akhażahumul-'ażāb, inna fī żālika la`āyah, wa mā kāna akṡaruhum mu`minīn
158
maka mereka ditimpa azab. Sungguh, pada yang demikian itu terdapat tanda (kekuasaan Allah), tetapi kebanyakan mereka tidak beriman.
maka mereka ditimpa azab. Sungguh, pada yang demikian itu terdapat tanda (kekuasaan Allah), tetapi kebanyakan mereka tidak beriman.
وَاِنَّ رَبَّكَ لَهُوَ الْعَزِيْزُ الرَّحِيْمُ
wa inna rabbaka lahuwal-'azīzur-raḥīm
159
Dan sungguh, Tuhanmu, Dialah Yang Mahaperkasa, Maha Penyayang.
Dan sungguh, Tuhanmu, Dialah Yang Mahaperkasa, Maha Penyayang.
كَذَّبَتْ قَوْمُ لُوْطِ ِۨالْمُرْسَلِيْنَ ۖ
każżabat qaumu lụṭinil-mursalīn
160
Kaum Lut telah mendustakan para rasul,
Kaum Lut telah mendustakan para rasul,
اِذْ قَالَ لَهُمْ اَخُوْهُمْ لُوْطٌ اَلَا تَتَّقُوْنَ ۚ
iż qāla lahum akhụhum lụṭun alā tattaqụn
161
ketika saudara mereka Lut berkata kepada mereka, “Mengapa kamu tidak bertakwa?”
ketika saudara mereka Lut berkata kepada mereka, “Mengapa kamu tidak bertakwa?”
اِنِّيْ لَكُمْ رَسُوْلٌ اَمِيْنٌ ۙ
innī lakum rasụlun amīn
162
Sungguh, aku ini seorang rasul kepercayaan (yang diutus) kepadamu,
Sungguh, aku ini seorang rasul kepercayaan (yang diutus) kepadamu,
فَاتَّقُوا اللّٰهَ وَاَطِيْعُوْنِ ۚ
fattaqullāha wa aṭī'ụn
163
maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku.
maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku.
وَمَآ اَسْـَٔلُكُمْ عَلَيْهِ مِنْ اَجْرٍ اِنْ اَجْرِيَ اِلَّا عَلٰى رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ ۗ
wa mā as`alukum 'alaihi min ajrin in ajriya illā 'alā rabbil-'ālamīn
164
Dan aku tidak meminta imbalan kepadamu atas ajakan itu; imbalanku hanyalah dari Tuhan seluruh alam.
Dan aku tidak meminta imbalan kepadamu atas ajakan itu; imbalanku hanyalah dari Tuhan seluruh alam.
اَتَأْتُوْنَ الذُّكْرَانَ مِنَ الْعٰلَمِيْنَ ۙ
a ta`tụnaż-żukrāna minal-'ālamīn
165
Mengapa kamu mendatangi jenis laki-laki di antara manusia (berbuat homoseks),
Mengapa kamu mendatangi jenis laki-laki di antara manusia (berbuat homoseks),
وَتَذَرُوْنَ مَا خَلَقَ لَكُمْ رَبُّكُمْ مِّنْ اَزْوَاجِكُمْۗ بَلْ اَنْتُمْ قَوْمٌ عٰدُوْنَ
wa tażarụna mā khalaqa lakum rabbukum min azwājikum, bal antum qaumun 'ādụn
166
dan kamu tinggalkan (perempuan) yang diciptakan Tuhan untuk menjadi istri-istri kamu? Kamu (memang) orang-orang yang melampaui batas.”
dan kamu tinggalkan (perempuan) yang diciptakan Tuhan untuk menjadi istri-istri kamu? Kamu (memang) orang-orang yang melampaui batas.”
قَالُوْا لَىِٕنْ لَّمْ تَنْتَهِ يٰلُوْطُ لَتَكُوْنَنَّ مِنَ الْمُخْرَجِيْنَ
qālụ la`il lam tantahi yā lụṭu latakụnanna minal-mukhrajīn
167
Mereka menjawab, “Wahai Lut! Jika engkau tidak berhenti, engkau termasuk orang-orang yang terusir.”
Mereka menjawab, “Wahai Lut! Jika engkau tidak berhenti, engkau termasuk orang-orang yang terusir.”
قَالَ ِانِّيْ لِعَمَلِكُمْ مِّنَ الْقَالِيْنَ ۗ
qāla innī li'amalikum minal-qālīn
168
Dia (Lut) berkata, “Aku sungguh benci kepada perbuatanmu.”
Dia (Lut) berkata, “Aku sungguh benci kepada perbuatanmu.”
رَبِّ نَجِّنِيْ وَاَهْلِيْ مِمَّا يَعْمَلُوْنَ
rabbi najjinī wa ahlī mimmā ya'malụn
169
(Lut berdoa), “Ya Tuhanku, selamatkanlah aku dan keluargaku dari (akibat) perbuatan yang mereka kerjakan.”
(Lut berdoa), “Ya Tuhanku, selamatkanlah aku dan keluargaku dari (akibat) perbuatan yang mereka kerjakan.”
فَنَجَّيْنٰهُ وَاَهْلَهٗٓ اَجْمَعِيْنَ ۙ
fa najjaināhu wa ahlahū ajma'īn
170
Lalu Kami selamatkan dia bersama keluarganya semua,
Lalu Kami selamatkan dia bersama keluarganya semua,
اِلَّا عَجُوْزًا فِى الْغٰبِرِيْنَ ۚ
illā 'ajụzan fil-gābirīn
171
kecuali seorang perempuan tua (istrinya), yang termasuk dalam golongan yang tinggal.
kecuali seorang perempuan tua (istrinya), yang termasuk dalam golongan yang tinggal.
ثُمَّ دَمَّرْنَا الْاٰخَرِيْنَ ۚ
ṡumma dammarnal-ākharīn
172
Kemudian Kami binasakan yang lain.
Kemudian Kami binasakan yang lain.
وَاَمْطَرْنَا عَلَيْهِمْ مَّطَرًاۚ فَسَاۤءَ مَطَرُ الْمُنْذَرِيْنَ
wa amṭarnā 'alaihim maṭarā, fa sā`a maṭarul-munżarīn
173
Dan Kami hujani mereka (dengan hujan batu), maka betapa buruk hujan yang menimpa orang-orang yang telah diberi peringatan itu.
Dan Kami hujani mereka (dengan hujan batu), maka betapa buruk hujan yang menimpa orang-orang yang telah diberi peringatan itu.
اِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيَةً ۗوَمَا كَانَ اَكْثَرُهُمْ مُّؤْمِنِيْنَ
inna fī żālika la`āyah, wa mā kāna akṡaruhum mu`minīn
174
Sungguh, pada yang demikian itu terdapat tanda (kekuasaan Allah), tetapi kebanyakan mereka tidak beriman.
Sungguh, pada yang demikian itu terdapat tanda (kekuasaan Allah), tetapi kebanyakan mereka tidak beriman.
وَاِنَّ رَبَّكَ لَهُوَ الْعَزِيْزُ الرَّحِيْمُ
wa inna rabbaka lahuwal-'azīzur-raḥīm
175
Dan sungguh, Tuhanmu, Dialah Yang Mahaperkasa, Maha Penyayang.
Dan sungguh, Tuhanmu, Dialah Yang Mahaperkasa, Maha Penyayang.
كَذَّبَ اَصْحٰبُ لْـَٔيْكَةِ الْمُرْسَلِيْنَ ۖ
każżaba aṣ-ḥābul-aikatil-mursalīn
176
Penduduk Aikah telah mendustakan para rasul;
Penduduk Aikah telah mendustakan para rasul;
اِذْ قَالَ لَهُمْ شُعَيْبٌ اَلَا تَتَّقُوْنَ ۚ
iż qāla lahum syu'aibun alā tattaqụn
177
ketika Syuaib berkata kepada mereka, “Mengapa kamu tidak bertakwa?
ketika Syuaib berkata kepada mereka, “Mengapa kamu tidak bertakwa?
اِنِّيْ لَكُمْ رَسُوْلٌ اَمِيْنٌ ۙ
innī lakum rasụlun amīn
178
Sungguh, aku adalah rasul kepercayaan (yang diutus) kepadamu,
Sungguh, aku adalah rasul kepercayaan (yang diutus) kepadamu,
فَاتَّقُوا اللّٰهَ وَاَطِيْعُوْنِ ۚ
fattaqullāha wa aṭī'ụn
179
maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku;
maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku;
وَمَآ اَسْـَٔلُكُمْ عَلَيْهِ مِنْ اَجْرٍ اِنْ اَجْرِيَ اِلَّا عَلٰى رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ ۗ
wa mā as`alukum 'alaihi min ajrin in ajriya illā 'alā rabbil-'ālamīn
180
Dan aku tidak meminta imbalan kepadamu atas ajakan itu; imbalanku hanyalah dari Tuhan seluruh alam.
Dan aku tidak meminta imbalan kepadamu atas ajakan itu; imbalanku hanyalah dari Tuhan seluruh alam.
۞ اَوْفُوا الْكَيْلَ وَلَا تَكُوْنُوْا مِنَ الْمُخْسِرِيْنَ ۚ
auful-kaila wa lā takụnụ minal-mukhsirīn
181
Sempurnakanlah takaran dan janganlah kamu merugikan orang lain.
Sempurnakanlah takaran dan janganlah kamu merugikan orang lain.
وَزِنُوْا بِالْقِسْطَاسِ الْمُسْتَقِيْمِ ۚ
wa zinụ bil-qisṭāsil-mustaqīm
182
Dan timbanglah dengan timbangan yang benar.
Dan timbanglah dengan timbangan yang benar.
وَلَا تَبْخَسُوا النَّاسَ اَشْيَاۤءَهُمْ وَلَا تَعْثَوْا فِى الْاَرْضِ مُفْسِدِيْنَ ۚ
wa lā tabkhasun-nāsa asy-yā`ahum wa lā ta'ṡau fil-arḍi mufsidīn
183
Dan janganlah kamu merugikan manusia dengan mengurangi hak-haknya dan janganlah membuat kerusakan di bumi;
Dan janganlah kamu merugikan manusia dengan mengurangi hak-haknya dan janganlah membuat kerusakan di bumi;
وَاتَّقُوا الَّذِيْ خَلَقَكُمْ وَالْجِبِلَّةَ الْاَوَّلِيْنَ ۗ
wattaqullażī khalaqakum wal-jibillatal-awwalīn
184
dan bertakwalah kepada Allah yang telah menciptakan kamu dan umat-umat yang terdahulu.”
dan bertakwalah kepada Allah yang telah menciptakan kamu dan umat-umat yang terdahulu.”
قَالُوْٓا اِنَّمَآ اَنْتَ مِنَ الْمُسَحَّرِيْنَ ۙ
qālū innamā anta minal-musaḥḥarīn
185
Mereka berkata, “Engkau tidak lain hanyalah orang-orang yang kena sihir.
Mereka berkata, “Engkau tidak lain hanyalah orang-orang yang kena sihir.
وَمَآ اَنْتَ اِلَّا بَشَرٌ مِّثْلُنَا وَاِنْ نَّظُنُّكَ لَمِنَ الْكٰذِبِيْنَ ۚ
wa mā anta illā basyarum miṡlunā wa in naẓunnuka laminal-kāżibīn
186
Dan engkau hanyalah manusia seperti kami, dan sesungguhnya kami yakin engkau termasuk orang-orang yang berdusta.
Dan engkau hanyalah manusia seperti kami, dan sesungguhnya kami yakin engkau termasuk orang-orang yang berdusta.
فَاَسْقِطْ عَلَيْنَا كِسَفًا مِّنَ السَّمَاۤءِ اِنْ كُنْتَ مِنَ الصّٰدِقِيْنَ ۗ
fa asqiṭ 'alainā kisafam minas-samā`i ing kunta minaṣ-ṣādiqīn
187
Maka jatuhkanlah kepada kami gumpalan dari langit, jika engkau termasuk orang-orang yang benar.”
Maka jatuhkanlah kepada kami gumpalan dari langit, jika engkau termasuk orang-orang yang benar.”
قَالَ رَبِّيْٓ اَعْلَمُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ
qāla rabbī a'lamu bimā ta'malụn
188
Dia (Syuaib) berkata, “Tuhanku lebih mengetahui apa yang kamu kerjakan.”
Dia (Syuaib) berkata, “Tuhanku lebih mengetahui apa yang kamu kerjakan.”
فَكَذَّبُوْهُ فَاَخَذَهُمْ عَذَابُ يَوْمِ الظُّلَّةِ ۗاِنَّهٗ كَانَ عَذَابَ يَوْمٍ عَظِيْمٍ
fa każżabụhu fa akhażahum 'ażābu yaumiẓ-ẓullah, innahụ kāna 'ażāba yaumin 'aẓīm
189
Kemudian mereka mendustakannya (Syuaib), lalu mereka ditimpa azab pada hari yang gelap. Sungguh, itulah azab pada hari yang dahsyat.
Kemudian mereka mendustakannya (Syuaib), lalu mereka ditimpa azab pada hari yang gelap. Sungguh, itulah azab pada hari yang dahsyat.
اِنَّ فِيْ ذٰلِكَ لَاٰيَةً ۗوَمَا كَانَ اَكْثَرُهُمْ مُّؤْمِنِيْنَ
inna fī żālika la`āyah, wa mā kāna akṡaruhum mu`minīn
190
Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kekuasaan Allah), tetapi kebanyakan mereka tidak beriman.
Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kekuasaan Allah), tetapi kebanyakan mereka tidak beriman.
وَاِنَّ رَبَّكَ لَهُوَ الْعَزِيْزُ الرَّحِيْمُ
wa inna rabbaka lahuwal-'azīzur-raḥīm
191
Dan sungguh, Tuhanmu, Dialah yang Mahaperkasa, Maha Penyayang.
Dan sungguh, Tuhanmu, Dialah yang Mahaperkasa, Maha Penyayang.
وَاِنَّهٗ لَتَنْزِيْلُ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ ۗ
wa innahụ latanzīlu rabbil-'ālamīn
192
Dan sungguh, (Al-Qur'an) ini benar-benar diturunkan oleh Tuhan seluruh alam,
Dan sungguh, (Al-Qur'an) ini benar-benar diturunkan oleh Tuhan seluruh alam,
نَزَلَ بِهِ الرُّوْحُ الْاَمِيْنُ ۙ
nazala bihir-rụḥul-amīn
193
Yang dibawa turun oleh ar-Ruh al-Amin (Jibril),
Yang dibawa turun oleh ar-Ruh al-Amin (Jibril),
عَلٰى قَلْبِكَ لِتَكُوْنَ مِنَ الْمُنْذِرِيْنَ ۙ
'alā qalbika litakụna minal-munżirīn
194
ke dalam hatimu (Muhammad) agar engkau termasuk orang yang memberi peringatan,
ke dalam hatimu (Muhammad) agar engkau termasuk orang yang memberi peringatan,
بِلِسَانٍ عَرَبِيٍّ مُّبِيْنٍ ۗ
bilisānin 'arabiyyim mubīn
195
dengan bahasa Arab yang jelas.
dengan bahasa Arab yang jelas.
وَاِنَّهٗ لَفِيْ زُبُرِ الْاَوَّلِيْنَ
wa innahụ lafī zuburil-awwalīn
196
Dan sungguh, (Al-Qur'an) itu (disebut) dalam kitab-kitab orang yang terdahulu.
Dan sungguh, (Al-Qur'an) itu (disebut) dalam kitab-kitab orang yang terdahulu.
اَوَلَمْ يَكُنْ لَّهُمْ اٰيَةً اَنْ يَّعْلَمَهٗ عُلَمٰۤؤُا بَنِيْٓ اِسْرَاۤءِيْلَ
a wa lam yakul lahum āyatan ay ya'lamahụ 'ulamā`u banī isrā`īl
197
Apakah tidak (cukup) menjadi bukti bagi mereka, bahwa para ulama Bani Israil mengetahuinya?
Apakah tidak (cukup) menjadi bukti bagi mereka, bahwa para ulama Bani Israil mengetahuinya?
وَلَوْ نَزَّلْنٰهُ عَلٰى بَعْضِ الْاَعْجَمِيْنَ ۙ
walau nazzalnāhu 'alā ba'ḍil-a'jamīn
198
Dan seandainya (Al-Qur'an) itu Kami turunkan kepada sebagian dari golongan bukan Arab,
Dan seandainya (Al-Qur'an) itu Kami turunkan kepada sebagian dari golongan bukan Arab,
فَقَرَاَهٗ عَلَيْهِمْ مَّا كَانُوْا بِهٖ مُؤْمِنِيْنَ ۗ
faqara`ahụ 'alaihim mā kānụ bihī mu`minīn
199
lalu dia membacakannya kepada mereka (orang-orang kafir); niscaya mereka tidak juga akan beriman kepadanya.
lalu dia membacakannya kepada mereka (orang-orang kafir); niscaya mereka tidak juga akan beriman kepadanya.
كَذٰلِكَ سَلَكْنٰهُ فِيْ قُلُوْبِ الْمُجْرِمِيْنَ ۗ
każālika salaknāhu fī qulụbil-mujrimīn
200
Demikianlah, Kami masukkan (sifat dusta dan ingkar) ke dalam hati orang-orang yang berdosa,
Demikianlah, Kami masukkan (sifat dusta dan ingkar) ke dalam hati orang-orang yang berdosa,
لَا يُؤْمِنُوْنَ بِهٖ حَتّٰى يَرَوُا الْعَذَابَ الْاَلِيْمَ
lā yu`minụna bihī ḥattā yarawul-'ażābal-alīm
201
mereka tidak akan beriman kepadanya, hingga mereka melihat azab yang pedih,
mereka tidak akan beriman kepadanya, hingga mereka melihat azab yang pedih,
فَيَأْتِيَهُمْ بَغْتَةً وَّهُمْ لَا يَشْعُرُوْنَ ۙ
fa ya`tiyahum bagtataw wa hum lā yasy'urụn
202
maka datang azab kepada mereka secara mendadak, ketika mereka tidak menyadarinya,
maka datang azab kepada mereka secara mendadak, ketika mereka tidak menyadarinya,
فَيَقُوْلُوْا هَلْ نَحْنُ مُنْظَرُوْنَ ۗ
fa yaqụlụ hal naḥnu munẓarụn
203
lalu mereka berkata, “Apakah kami diberi penangguhan waktu?”
lalu mereka berkata, “Apakah kami diberi penangguhan waktu?”
اَفَبِعَذَابِنَا يَسْتَعْجِلُوْنَ
a fa bi'ażābinā yasta'jilụn
204
Bukankah mereka yang meminta agar azab Kami dipercepat?
Bukankah mereka yang meminta agar azab Kami dipercepat?
اَفَرَءَيْتَ اِنْ مَّتَّعْنٰهُمْ سِنِيْنَ ۙ
a fa ra`aita im matta'nāhum sinīn
205
Maka bagaimana pendapatmu jika kepada mereka Kami berikan kenikmatan hidup beberapa tahun,
Maka bagaimana pendapatmu jika kepada mereka Kami berikan kenikmatan hidup beberapa tahun,
ثُمَّ جَاۤءَهُمْ مَّا كَانُوْا يُوْعَدُوْنَ ۙ
ṡumma jā`ahum mā kānụ yụ'adụn
206
kemudian datang kepada mereka azab yang diancamkan kepada mereka,
kemudian datang kepada mereka azab yang diancamkan kepada mereka,
مَآ اَغْنٰى عَنْهُمْ مَّا كَانُوْا يُمَتَّعُوْنَ ۗ
mā agnā 'an-hum mā kānụ yumatta'ụn
207
niscaya tidak berguna bagi mereka kenikmatan yang mereka rasakan.
niscaya tidak berguna bagi mereka kenikmatan yang mereka rasakan.
وَمَآ اَهْلَكْنَا مِنْ قَرْيَةٍ اِلَّا لَهَا مُنْذِرُوْنَ ۖ
wa mā ahlaknā ming qaryatin illā lahā munżirụn
208
Dan Kami tidak membinasakan sesuatu negeri, kecuali setelah ada orang-orang yang memberi peringatan kepadanya;
Dan Kami tidak membinasakan sesuatu negeri, kecuali setelah ada orang-orang yang memberi peringatan kepadanya;
ذِكْرٰىۚ وَمَا كُنَّا ظٰلِمِيْنَ
żikrā, wa mā kunnā ẓālimīn
209
untuk (menjadi) peringatan. Dan Kami tidak berlaku zalim.
untuk (menjadi) peringatan. Dan Kami tidak berlaku zalim.
وَمَا تَنَزَّلَتْ بِهِ الشَّيٰطِيْنُ
wa mā tanazzalat bihisy-syayāṭīn
210
Dan (Al-Qur'an) itu tidaklah dibawa turun oleh setan-setan.
Dan (Al-Qur'an) itu tidaklah dibawa turun oleh setan-setan.
وَمَا يَنْۢبَغِيْ لَهُمْ وَمَا يَسْتَطِيْعُوْنَ ۗ
wa mā yambagī lahum wa mā yastaṭī'ụn
211
Dan tidaklah pantas bagi mereka (Al-Qur'an itu), dan mereka pun tidak akan sanggup.
Dan tidaklah pantas bagi mereka (Al-Qur'an itu), dan mereka pun tidak akan sanggup.
اِنَّهُمْ عَنِ السَّمْعِ لَمَعْزُوْلُوْنَ ۗ
innahum 'anis-sam'i lama'zụlụn
212
Sesungguhnya untuk mendengarkannya pun mereka dijauhkan.
Sesungguhnya untuk mendengarkannya pun mereka dijauhkan.
فَلَا تَدْعُ مَعَ اللّٰهِ اِلٰهًا اٰخَرَ فَتَكُوْنَ مِنَ الْمُعَذَّبِيْنَ
fa lā tad'u ma'allāhi ilāhan ākhara fa takụna minal-mu'ażżabīn
213
Maka janganlah kamu menyeru (menyembah) tuhan selain Allah, nanti kamu termasuk orang-orang yang diazab.
Maka janganlah kamu menyeru (menyembah) tuhan selain Allah, nanti kamu termasuk orang-orang yang diazab.
وَاَنْذِرْ عَشِيْرَتَكَ الْاَقْرَبِيْنَ ۙ
wa anżir 'asyīratakal-aqrabīn
214
Dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu (Muhammad) yang terdekat,
Dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu (Muhammad) yang terdekat,
وَاخْفِضْ جَنَاحَكَ لِمَنِ اتَّبَعَكَ مِنَ الْمُؤْمِنِيْنَ ۚ
wakhfiḍ janāḥaka limanittaba'aka minal-mu`minīn
215
dan rendahkanlah dirimu terhadap orang-orang yang beriman yang mengikutimu.
dan rendahkanlah dirimu terhadap orang-orang yang beriman yang mengikutimu.
فَاِنْ عَصَوْكَ فَقُلْ اِنِّيْ بَرِيْۤءٌ مِّمَّا تَعْمَلُوْنَ ۚ
fa in 'aṣauka fa qul innī barī`um mimmā ta'malụn
216
Kemudian jika mereka mendurhakaimu maka katakanlah (Muhammad), “Sesungguhnya aku tidak bertanggung jawab terhadap apa yang kamu kerjakan.”
Kemudian jika mereka mendurhakaimu maka katakanlah (Muhammad), “Sesungguhnya aku tidak bertanggung jawab terhadap apa yang kamu kerjakan.”
وَتَوَكَّلْ عَلَى الْعَزِيْزِ الرَّحِيْمِ ۙ
wa tawakkal 'alal-'azīzir-raḥīm
217
Dan bertawakallah kepada (Allah) Yang Mahaperkasa, Maha Penyayang.
Dan bertawakallah kepada (Allah) Yang Mahaperkasa, Maha Penyayang.
الَّذِيْ يَرٰىكَ حِيْنَ تَقُوْمُ
allażī yarāka ḥīna taqụm
218
Yang melihat engkau ketika engkau berdiri (untuk salat),
Yang melihat engkau ketika engkau berdiri (untuk salat),
وَتَقَلُّبَكَ فِى السّٰجِدِيْنَ
wa taqallubaka fis-sājidīn
219
dan (melihat) perubahan gerakan badanmu di antara orang-orang yang sujud.
dan (melihat) perubahan gerakan badanmu di antara orang-orang yang sujud.
اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ
innahụ huwas-samī'ul-'alīm
220
Sungguh, Dia Maha Mendengar, Maha Mengetahui.
Sungguh, Dia Maha Mendengar, Maha Mengetahui.
هَلْ اُنَبِّئُكُمْ عَلٰى مَنْ تَنَزَّلُ الشَّيٰطِيْنُ ۗ
hal unabbi`ukum 'alā man tanazzalusy-syayāṭīn
221
Maukah Aku beritakan kepadamu, kepada siapa setan-setan itu turun?
Maukah Aku beritakan kepadamu, kepada siapa setan-setan itu turun?
تَنَزَّلُ عَلٰى كُلِّ اَفَّاكٍ اَثِيْمٍ ۙ
tanazzalu 'alā kulli affākin aṡīm
222
Mereka (setan) turun kepada setiap pendusta yang banyak berdosa,
Mereka (setan) turun kepada setiap pendusta yang banyak berdosa,
يُّلْقُوْنَ السَّمْعَ وَاَكْثَرُهُمْ كٰذِبُوْنَ ۗ
yulqụnas-sam'a wa akṡaruhum kāżibụn
223
mereka menyampaikan hasil pendengaran mereka, sedangkan kebanyakan mereka orang-orang pendusta.
mereka menyampaikan hasil pendengaran mereka, sedangkan kebanyakan mereka orang-orang pendusta.
وَالشُّعَرَاۤءُ يَتَّبِعُهُمُ الْغَاوٗنَ ۗ
wasy-syu'arā`u yattabi'uhumul-gāwụn
224
Dan penyair-penyair itu diikuti oleh orang-orang yang sesat.
Dan penyair-penyair itu diikuti oleh orang-orang yang sesat.
اَلَمْ تَرَ اَنَّهُمْ فِيْ كُلِّ وَادٍ يَّهِيْمُوْنَ ۙ
a lam tara annahum fī kulli wādiy yahīmụn
225
Tidakkah engkau melihat bahwa mereka mengembara di setiap lembah,
Tidakkah engkau melihat bahwa mereka mengembara di setiap lembah,
وَاَنَّهُمْ يَقُوْلُوْنَ مَا لَا يَفْعَلُوْنَ ۙ
wa annahum yaqụlụna mā lā yaf'alụn
226
dan bahwa mereka mengatakan apa yang mereka sendiri tidak mengerjakan(nya)?
dan bahwa mereka mengatakan apa yang mereka sendiri tidak mengerjakan(nya)?
اِلَّا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ وَذَكَرُوا اللّٰهَ كَثِيْرًا وَّانْتَصَرُوْا مِنْۢ بَعْدِ مَا ظُلِمُوْا ۗوَسَيَعْلَمُ الَّذِيْنَ ظَلَمُوْٓا اَيَّ مُنْقَلَبٍ يَّنْقَلِبُوْنَ
illallażīna āmanụ wa 'amiluṣ-ṣāliḥāti wa żakarullāha kaṡīraw wantaṣarụ mim ba'di mā ẓulimụ, wa saya'lamullażīna ẓalamū ayya mungqalabiy yangqalibụn
227
Kecuali orang-orang (penyair-penyair) yang beriman dan berbuat kebajikan dan banyak mengingat Allah dan mendapat kemenangan setelah terzalimi (karena menjawab puisi-puisi orang-orang kafir). Dan orang-orang yang zalim kelak akan tahu ke tempat mana mereka akan kembali.
Kecuali orang-orang (penyair-penyair) yang beriman dan berbuat kebajikan dan banyak mengingat Allah dan mendapat kemenangan setelah terzalimi (karena menjawab puisi-puisi orang-orang kafir). Dan orang-orang yang zalim kelak akan tahu ke tempat mana mereka akan kembali.