وَالصّٰۤفّٰتِ صَفًّاۙ
waṣ-ṣāffāti ṣaffā
1
Demi (rombongan malaikat) yang berbaris bersaf-saf,
Demi (rombongan malaikat) yang berbaris bersaf-saf,
فَالزّٰجِرٰتِ زَجْرًاۙ
faz-zājirāti zajrā
2
demi (rombongan) yang mencegah dengan sungguh-sungguh,
demi (rombongan) yang mencegah dengan sungguh-sungguh,
فَالتّٰلِيٰتِ ذِكْرًاۙ
fat-tāliyāti żikrā
3
demi (rombongan) yang membacakan peringatan,
demi (rombongan) yang membacakan peringatan,
اِنَّ اِلٰهَكُمْ لَوَاحِدٌۗ
inna ilāhakum lawāḥid
4
sungguh, Tuhanmu benar-benar Esa.
sungguh, Tuhanmu benar-benar Esa.
رَبُّ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا وَرَبُّ الْمَشَارِقِۗ
rabbus-samāwāti wal-arḍi wa mā bainahumā wa rabbul-masyāriq
5
Tuhan langit dan bumi dan apa yang berada di antara keduanya dan Tuhan tempat-tempat terbitnya matahari.
Tuhan langit dan bumi dan apa yang berada di antara keduanya dan Tuhan tempat-tempat terbitnya matahari.
اِنَّا زَيَّنَّا السَّمَاۤءَ الدُّنْيَا بِزِيْنَةِ ِۨالْكَوَاكِبِۙ
innā zayyannas-samā`ad-dun-yā bizīnatinil-kawākib
6
Sesungguhnya Kami telah menghias langit dunia (yang terdekat), dengan hiasan bintang-bintang.
Sesungguhnya Kami telah menghias langit dunia (yang terdekat), dengan hiasan bintang-bintang.
وَحِفْظًا مِّنْ كُلِّ شَيْطٰنٍ مَّارِدٍۚ
wa ḥifẓam ming kulli syaiṭānim mārid
7
Dan (Kami) telah menjaganya dari setiap setan yang durhaka,
Dan (Kami) telah menjaganya dari setiap setan yang durhaka,
لَا يَسَّمَّعُوْنَ اِلَى الْمَلَاِ الْاَعْلٰى وَيُقْذَفُوْنَ مِنْ كُلِّ جَانِبٍۖ
lā yassamma'ụna ilal-mala`il-a'lā wa yuqżafụna ming kulli jānib
8
mereka (setan-setan itu) tidak dapat mendengar (pembicaraan) para malaikat dan mereka dilempari dari segala penjuru,
mereka (setan-setan itu) tidak dapat mendengar (pembicaraan) para malaikat dan mereka dilempari dari segala penjuru,
دُحُوْرًا وَّلَهُمْ عَذَابٌ وَّاصِبٌ
duḥụraw wa lahum 'ażābuw wāṣib
9
untuk mengusir mereka dan mereka akan mendapat azab yang kekal,
untuk mengusir mereka dan mereka akan mendapat azab yang kekal,
اِلَّا مَنْ خَطِفَ الْخَطْفَةَ فَاَتْبَعَهٗ شِهَابٌ ثَاقِبٌ
illā man khaṭifal-khaṭfata fa atba'ahụ syihābun ṡāqib
10
kecuali (setan) yang mencuri (pembicaraan); maka ia dikejar oleh bintang yang menyala.
kecuali (setan) yang mencuri (pembicaraan); maka ia dikejar oleh bintang yang menyala.
فَاسْتَفْتِهِمْ اَهُمْ اَشَدُّ خَلْقًا اَمْ مَّنْ خَلَقْنَا ۗاِنَّا خَلَقْنٰهُمْ مِّنْ طِيْنٍ لَّازِبٍ
fastaftihim a hum asyaddu khalqan am man khalaqnā, innā khalaqnāhum min ṭīnil lāzib
11
Maka tanyakanlah kepada mereka (musyrik Mekah), “Apakah penciptaan mereka yang lebih sulit ataukah apa yang telah Kami ciptakan itu?” Sesungguhnya Kami telah menciptakan mereka dari tanah liat.
Maka tanyakanlah kepada mereka (musyrik Mekah), “Apakah penciptaan mereka yang lebih sulit ataukah apa yang telah Kami ciptakan itu?” Sesungguhnya Kami telah menciptakan mereka dari tanah liat.
بَلْ عَجِبْتَ وَيَسْخَرُوْنَ ۖ
bal 'ajibta wa yaskharụn
12
Bahkan engkau (Muhammad) menjadi heran (terhadap keingkaran mereka) dan mereka menghinakan (engkau).
Bahkan engkau (Muhammad) menjadi heran (terhadap keingkaran mereka) dan mereka menghinakan (engkau).
وَاِذَا ذُكِّرُوْا لَا يَذْكُرُوْنَ ۖ
wa iżā żukkirụ lā yażkurụn
13
Dan apabila mereka diberi peringatan, mereka tidak mengindahkannya.
Dan apabila mereka diberi peringatan, mereka tidak mengindahkannya.
وَاِذَا رَاَوْا اٰيَةً يَّسْتَسْخِرُوْنَۖ
wa iżā ra`au āyatay yastaskhirụn
14
Dan apabila mereka melihat suatu tanda (kebesaran) Allah, mereka memperolok-olokkan.
Dan apabila mereka melihat suatu tanda (kebesaran) Allah, mereka memperolok-olokkan.
وَقَالُوْٓا اِنْ هٰذَآ اِلَّا سِحْرٌ مُّبِيْنٌ ۚ
wa qālū in hāżā illā siḥrum mubīn
15
Dan mereka berkata, “Ini tidak lain hanyalah sihir yang nyata.
Dan mereka berkata, “Ini tidak lain hanyalah sihir yang nyata.
ءَاِذَا مِتْنَا وَكُنَّا تُرَابًا وَّعِظَامًا ءَاِنَّا لَمَبْعُوْثُوْنَۙ
a iżā mitnā wa kunnā turābaw wa 'iẓāman a innā lamab'ụṡụn
16
Apabila kami telah mati dan telah menjadi tanah dan tulang-belulang, apakah benar kami akan dibangkitkan (kembali)?
Apabila kami telah mati dan telah menjadi tanah dan tulang-belulang, apakah benar kami akan dibangkitkan (kembali)?
اَوَاٰبَاۤؤُنَا الْاَوَّلُوْنَۗ
a wa ābā`unal-awwalụn
17
dan apakah nenek moyang kami yang telah terdahulu (akan dibangkitkan pula)?”
dan apakah nenek moyang kami yang telah terdahulu (akan dibangkitkan pula)?”
قُلْ نَعَمْ وَاَنْتُمْ دَاخِرُوْنَۚ
qul na'am wa antum dākhirụn
18
Katakanlah (Muhammad), “Ya, dan kamu akan terhina.”
Katakanlah (Muhammad), “Ya, dan kamu akan terhina.”
فَاِنَّمَا هِيَ زَجْرَةٌ وَّاحِدَةٌ فَاِذَا هُمْ يَنْظُرُوْنَ
fa innamā hiya zajratuw wāḥidatun fa iżā hum yanẓurụn
19
Maka sesungguhnya kebangkitan itu hanya dengan satu teriakan saja; maka seketika itu mereka melihatnya.
Maka sesungguhnya kebangkitan itu hanya dengan satu teriakan saja; maka seketika itu mereka melihatnya.
وَقَالُوْا يٰوَيْلَنَا هٰذَا يَوْمُ الدِّيْنِ
wa qālụ yā wailanā hāżā yaumud-dīn
20
Dan mereka berkata, “Alangkah celaka kami! (Kiranya) inilah hari pembalasan itu.”
Dan mereka berkata, “Alangkah celaka kami! (Kiranya) inilah hari pembalasan itu.”
هٰذَا يَوْمُ الْفَصْلِ الَّذِيْ كُنْتُمْ بِهٖ تُكَذِّبُوْنَ
hāżā yaumul-faṣlillażī kuntum bihī tukażżibụn
21
Inilah hari keputusan yang dahulu kamu dustakan.
Inilah hari keputusan yang dahulu kamu dustakan.
اُحْشُرُوا الَّذِيْنَ ظَلَمُوْا وَاَزْوَاجَهُمْ وَمَا كَانُوْا يَعْبُدُوْنَ ۙ
uḥsyurullażīna ẓalamụ wa azwājahum wa mā kānụ ya'budụn
22
(Diperintahkan kepada malaikat), “Kumpulkanlah orang-orang yang zalim beserta teman sejawat mereka dan apa yang dahulu mereka sembah,
(Diperintahkan kepada malaikat), “Kumpulkanlah orang-orang yang zalim beserta teman sejawat mereka dan apa yang dahulu mereka sembah,
مِنْ دُوْنِ اللّٰهِ فَاهْدُوْهُمْ اِلٰى صِرَاطِ الْجَحِيْمِ
min dụnillāhi fahdụhum ilā ṣirāṭil-jaḥīm
23
selain Allah, lalu tunjukkanlah kepada mereka jalan ke neraka.
selain Allah, lalu tunjukkanlah kepada mereka jalan ke neraka.
وَقِفُوْهُمْ اِنَّهُمْ مَّسْـُٔوْلُوْنَ ۙ
waqifụhum innahum mas`ụlụn
24
Tahanlah mereka (di tempat perhentian), sesungguhnya mereka akan ditanya,
Tahanlah mereka (di tempat perhentian), sesungguhnya mereka akan ditanya,
مَا لَكُمْ لَا تَنَاصَرُوْنَ
mā lakum lā tanāṣarụn
25
”Mengapa kamu tidak tolong-menolong?”
”Mengapa kamu tidak tolong-menolong?”
بَلْ هُمُ الْيَوْمَ مُسْتَسْلِمُوْنَ
bal humul-yauma mustaslimụn
26
Bahkan mereka pada hari itu menyerah (kepada keputusan Allah).
Bahkan mereka pada hari itu menyerah (kepada keputusan Allah).
وَاَقْبَلَ بَعْضُهُمْ عَلٰى بَعْضٍ يَّتَسَاۤءَلُوْنَ
wa aqbala ba'ḍuhum 'alā ba'ḍiy yatasā`alụn
27
Dan sebagian mereka menghadap kepada sebagian yang lain saling berbantah-bantahan.
Dan sebagian mereka menghadap kepada sebagian yang lain saling berbantah-bantahan.
قَالُوْٓا اِنَّكُمْ كُنْتُمْ تَأْتُوْنَنَا عَنِ الْيَمِيْنِ
qālū innakum kuntum ta`tụnanā 'anil-yamīn
28
Sesungguhnya (pengikut-pengikut) mereka berkata (kepada pemimpin-pemimpin mereka), “Kamulah yang dahulu datang kepada kami dari kanan.”
Sesungguhnya (pengikut-pengikut) mereka berkata (kepada pemimpin-pemimpin mereka), “Kamulah yang dahulu datang kepada kami dari kanan.”
قَالُوْا بَلْ لَّمْ تَكُوْنُوْا مُؤْمِنِيْنَۚ
qālụ bal lam takụnụ mu`minīn
29
(Pemimpin-pemimpin) mereka menjawab, “(Tidak), bahkan kamulah yang tidak (mau) menjadi orang mukmin,
(Pemimpin-pemimpin) mereka menjawab, “(Tidak), bahkan kamulah yang tidak (mau) menjadi orang mukmin,
وَمَا كَانَ لَنَا عَلَيْكُمْ مِّنْ سُلْطٰنٍۚ بَلْ كُنْتُمْ قَوْمًا طٰغِيْنَ
wa mā kāna lanā 'alaikum min sulṭān, bal kuntum qauman ṭāgīn
30
sedangkan kami tidak berkuasa terhadapmu, bahkan kamu menjadi kaum yang melampaui batas.
sedangkan kami tidak berkuasa terhadapmu, bahkan kamu menjadi kaum yang melampaui batas.
فَحَقَّ عَلَيْنَا قَوْلُ رَبِّنَآ ۖاِنَّا لَذَاۤىِٕقُوْنَ
fa ḥaqqa 'alainā qaulu rabbinā innā lażā`iqụn
31
Maka pantas putusan (azab) Tuhan menimpa kita; pasti kita akan merasakan (azab itu).
Maka pantas putusan (azab) Tuhan menimpa kita; pasti kita akan merasakan (azab itu).
فَاَغْوَيْنٰكُمْ اِنَّا كُنَّا غٰوِيْنَ
fa agwainākum innā kunnā gāwīn
32
Maka kami telah menyesatkan kamu, sesungguhnya kami sendiri, orang-orang yang sesat.”
Maka kami telah menyesatkan kamu, sesungguhnya kami sendiri, orang-orang yang sesat.”
فَاِنَّهُمْ يَوْمَىِٕذٍ فِى الْعَذَابِ مُشْتَرِكُوْنَ
fa innahum yauma`iżin fil-'ażābi musytarikụn
33
Maka sesungguhnya mereka pada hari itu bersama-sama merasakan azab.
Maka sesungguhnya mereka pada hari itu bersama-sama merasakan azab.
اِنَّا كَذٰلِكَ نَفْعَلُ بِالْمُجْرِمِيْنَ
innā każālika naf'alu bil-mujrimīn
34
Sungguh, demikianlah Kami memperlakukan terhadap orang-orang yang berbuat dosa.
Sungguh, demikianlah Kami memperlakukan terhadap orang-orang yang berbuat dosa.
اِنَّهُمْ كَانُوْٓا اِذَا قِيْلَ لَهُمْ لَآ اِلٰهَ اِلَّا اللّٰهُ يَسْتَكْبِرُوْنَ ۙ
innahum kānū iżā qīla lahum lā ilāha illallāhu yastakbirụn
35
Sungguh, dahulu apabila dikatakan kepada mereka, “La ilaha illallah” (Tidak ada tuhan selain Allah), mereka menyombongkan diri,
Sungguh, dahulu apabila dikatakan kepada mereka, “La ilaha illallah” (Tidak ada tuhan selain Allah), mereka menyombongkan diri,
وَيَقُوْلُوْنَ اَىِٕنَّا لَتَارِكُوْٓا اٰلِهَتِنَا لِشَاعِرٍ مَّجْنُوْنٍ ۗ
wa yaqụlụna a innā latārikū ālihatinā lisyā'irim majnụn
36
dan mereka berkata, “Apakah kami harus meninggalkan sesembahan kami karena seorang penyair gila?”
dan mereka berkata, “Apakah kami harus meninggalkan sesembahan kami karena seorang penyair gila?”
بَلْ جَاۤءَ بِالْحَقِّ وَصَدَّقَ الْمُرْسَلِيْنَ
bal jā`a bil-ḥaqqi wa ṣaddaqal-mursalīn
37
Padahal dia (Muhammad) datang dengan membawa kebenaran dan membenarkan rasul-rasul (sebelumnya).
Padahal dia (Muhammad) datang dengan membawa kebenaran dan membenarkan rasul-rasul (sebelumnya).
اِنَّكُمْ لَذَاۤىِٕقُوا الْعَذَابِ الْاَلِيْمِ ۚ
innakum lażā`iqul-'ażābil-alīm
38
Sungguh, kamu pasti akan merasakan azab yang pedih.
Sungguh, kamu pasti akan merasakan azab yang pedih.
وَمَا تُجْزَوْنَ اِلَّا مَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَۙ
wa mā tujzauna illā mā kuntum ta'malụn
39
Dan kamu tidak diberi balasan melainkan terhadap apa yang telah kamu kerjakan,
Dan kamu tidak diberi balasan melainkan terhadap apa yang telah kamu kerjakan,
اِلَّا عِبَادَ اللّٰهِ الْمُخْلَصِيْنَ
illā 'ibādallāhil-mukhlaṣīn
40
tetapi hamba-hamba Allah yang dibersihkan (dari dosa),
tetapi hamba-hamba Allah yang dibersihkan (dari dosa),
اُولٰۤىِٕكَ لَهُمْ رِزْقٌ مَّعْلُوْمٌۙ
ulā`ika lahum rizqum ma'lụm
41
mereka itu memperoleh rezeki yang sudah ditentukan,
mereka itu memperoleh rezeki yang sudah ditentukan,
فَوَاكِهُ ۚوَهُمْ مُّكْرَمُوْنَۙ
fawākih, wa hum mukramụn
42
(yaitu) buah-buahan. Dan mereka orang yang dimuliakan,
(yaitu) buah-buahan. Dan mereka orang yang dimuliakan,
فِيْ جَنّٰتِ النَّعِيْمِۙ
fī jannātin na'īm
43
di dalam surga-surga yang penuh kenikmatan,
di dalam surga-surga yang penuh kenikmatan,
عَلٰى سُرُرٍ مُّتَقٰبِلِيْنَ
'alā sururim mutaqābilīn
44
(mereka duduk) berhadap-hadapan di atas dipan-dipan.
(mereka duduk) berhadap-hadapan di atas dipan-dipan.
يُطَافُ عَلَيْهِمْ بِكَأْسٍ مِّنْ مَّعِيْنٍۢ ۙ
yuṭāfu 'alaihim bika`sim mim ma'īn
45
Kepada mereka diedarkan gelas (yang berisi air) dari mata air (surga),
Kepada mereka diedarkan gelas (yang berisi air) dari mata air (surga),
بَيْضَاۤءَ لَذَّةٍ لِّلشّٰرِبِيْنَۚ
baiḍā`a lażżatil lisy-syāribīn
46
(warnanya) putih bersih, sedap rasanya bagi orang-orang yang minum.
(warnanya) putih bersih, sedap rasanya bagi orang-orang yang minum.
لَا فِيْهَا غَوْلٌ وَّلَا هُمْ عَنْهَا يُنْزَفُوْنَ
lā fīhā gauluw wa lā hum 'an-hā yunzafụn
47
Tidak ada di dalamnya (unsur) yang memabukkan dan mereka tidak mabuk karenanya.
Tidak ada di dalamnya (unsur) yang memabukkan dan mereka tidak mabuk karenanya.
وَعِنْدَهُمْ قٰصِرٰتُ الطَّرْفِ عِيْنٌ ۙ
wa 'indahum qāṣirātuṭ-ṭarfi 'īn
48
Dan di sisi mereka ada (bidadari-bidadari) yang bermata indah, dan membatasi pandangannya,
Dan di sisi mereka ada (bidadari-bidadari) yang bermata indah, dan membatasi pandangannya,
كَاَنَّهُنَّ بَيْضٌ مَّكْنُوْنٌ
ka`annahunna baiḍum maknụn
49
seakan-akan mereka adalah telur yang tersimpan dengan baik.
seakan-akan mereka adalah telur yang tersimpan dengan baik.
فَاَقْبَلَ بَعْضُهُمْ عَلٰى بَعْضٍ يَّتَسَاۤءَلُوْنَ
fa aqbala ba'ḍuhum 'alā ba'ḍiy yatasā`alụn
50
Lalu mereka berhadap-hadapan satu sama lain sambil bercakap-cakap.
Lalu mereka berhadap-hadapan satu sama lain sambil bercakap-cakap.
قَالَ قَاۤىِٕلٌ مِّنْهُمْ اِنِّيْ كَانَ لِيْ قَرِيْنٌۙ
qāla qā`ilum min-hum innī kāna lī qarīn
51
Berkatalah salah seorang di antara mereka, “Sesungguhnya aku dahulu (di dunia) pernah mempunyai seorang teman,
Berkatalah salah seorang di antara mereka, “Sesungguhnya aku dahulu (di dunia) pernah mempunyai seorang teman,
يَّقُوْلُ اَىِٕنَّكَ لَمِنَ الْمُصَدِّقِيْنَ
yaqụlu a innaka laminal-muṣaddiqīn
52
yang berkata, “Apakah sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang membenarkan (hari berbangkit)?
yang berkata, “Apakah sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang membenarkan (hari berbangkit)?
ءَاِذَا مِتْنَا وَكُنَّا تُرَابًا وَّعِظَامًا ءَاِنَّا لَمَدِيْنُوْنَ
a iżā mitnā wa kunnā turābaw wa 'iẓāman a innā lamadīnụn
53
Apabila kita telah mati dan telah menjadi tanah dan tulang-belulang, apakah kita benar-benar (akan dibangkitkan) untuk diberi pembalasan?”
Apabila kita telah mati dan telah menjadi tanah dan tulang-belulang, apakah kita benar-benar (akan dibangkitkan) untuk diberi pembalasan?”
قَالَ هَلْ اَنْتُمْ مُّطَّلِعُوْنَ
qāla hal antum muṭṭali'ụn
54
Dia berkata, “Maukah kamu meninjau (temanku itu)?”
Dia berkata, “Maukah kamu meninjau (temanku itu)?”
فَاطَّلَعَ فَرَاٰهُ فِيْ سَوَاۤءِ الْجَحِيْمِ
faṭṭala'a fa ra`āhu fī sawā`il-jaḥīm
55
Maka dia meninjaunya, lalu dia melihat (teman)nya itu di tengah-tengah neraka yang menyala-nyala.
Maka dia meninjaunya, lalu dia melihat (teman)nya itu di tengah-tengah neraka yang menyala-nyala.
قَالَ تَاللّٰهِ اِنْ كِدْتَّ لَتُرْدِيْنِ ۙ
qāla tallāhi ing kitta laturdīn
56
Dia berkata, “Demi Allah, engkau hampir saja mencelakakanku,
Dia berkata, “Demi Allah, engkau hampir saja mencelakakanku,
وَلَوْلَا نِعْمَةُ رَبِّيْ لَكُنْتُ مِنَ الْمُحْضَرِيْنَ
walau lā ni'matu rabbī lakuntu minal-muḥḍarīn
57
dan sekiranya bukan karena nikmat Tuhanku pastilah aku termasuk orang-orang yang diseret (ke neraka).”
dan sekiranya bukan karena nikmat Tuhanku pastilah aku termasuk orang-orang yang diseret (ke neraka).”
اَفَمَا نَحْنُ بِمَيِّتِيْنَۙ
a fa mā naḥnu bimayyitīn
58
Maka apakah kita tidak akan mati?
Maka apakah kita tidak akan mati?
اِلَّا مَوْتَتَنَا الْاُوْلٰى وَمَا نَحْنُ بِمُعَذَّبِيْنَ
illā mautatanal-ụlā wa mā naḥnu bimu'ażżabīn
59
Kecuali kematian kita yang pertama saja (di dunia), dan kita tidak akan diazab (di akhirat ini)?”
Kecuali kematian kita yang pertama saja (di dunia), dan kita tidak akan diazab (di akhirat ini)?”
اِنَّ هٰذَا لَهُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيْمُ
inna hāżā lahuwal-fauzul-'aẓīm
60
Sungguh, ini benar-benar kemenangan yang agung.
Sungguh, ini benar-benar kemenangan yang agung.
لِمِثْلِ هٰذَا فَلْيَعْمَلِ الْعٰمِلُوْنَ
limiṡli hāżā falya'malil-'āmilụn
61
Untuk (kemenangan) serupa ini, hendaklah beramal orang-orang yang mampu beramal.
Untuk (kemenangan) serupa ini, hendaklah beramal orang-orang yang mampu beramal.
اَذٰلِكَ خَيْرٌ نُّزُلًا اَمْ شَجَرَةُ الزَّقُّوْمِ
a żālika khairun nuzulan am syajaratuz-zaqqụm
62
Apakah (makanan surga) itu hidangan yang lebih baik ataukah pohon zaqqum.
Apakah (makanan surga) itu hidangan yang lebih baik ataukah pohon zaqqum.
اِنَّا جَعَلْنٰهَا فِتْنَةً لِّلظّٰلِمِيْنَ
innā ja'alnāhā fitnatal liẓ-ẓālimīn
63
Sungguh, Kami menjadikannya (pohon zaqqum itu) sebagai azab bagi orang-orang zalim.
Sungguh, Kami menjadikannya (pohon zaqqum itu) sebagai azab bagi orang-orang zalim.
اِنَّهَا شَجَرَةٌ تَخْرُجُ فِيْٓ اَصْلِ الْجَحِيْمِۙ
innahā syajaratun takhruju fī aṣlil-jaḥīm
64
Sungguh, itu adalah pohon yang keluar dari dasar neraka Jahim,
Sungguh, itu adalah pohon yang keluar dari dasar neraka Jahim,
طَلْعُهَا كَاَنَّهٗ رُءُوْسُ الشَّيٰطِيْنِ
ṭal'uhā ka`annahụ ru`ụsusy-syayāṭīn
65
Mayangnya seperti kepala-kepala setan.
Mayangnya seperti kepala-kepala setan.
فَاِنَّهُمْ لَاٰكِلُوْنَ مِنْهَا فَمَالِـُٔوْنَ مِنْهَا الْبُطُوْنَۗ
fa innahum la`ākilụna min-hā famāli`ụna min-hal buṭụn
66
Maka sungguh, mereka benar-benar memakan sebagian darinya (buah pohon itu), dan mereka memenuhi perutnya dengan buahnya (zaqqum).
Maka sungguh, mereka benar-benar memakan sebagian darinya (buah pohon itu), dan mereka memenuhi perutnya dengan buahnya (zaqqum).
ثُمَّ اِنَّ لَهُمْ عَلَيْهَا لَشَوْبًا مِّنْ حَمِيْمٍۚ
ṡumma inna lahum 'alaihā lasyaubam min ḥamīm
67
Kemudian sungguh, setelah makan (buah zaqqum) mereka mendapat minuman yang dicampur dengan air yang sangat panas.
Kemudian sungguh, setelah makan (buah zaqqum) mereka mendapat minuman yang dicampur dengan air yang sangat panas.
ثُمَّ اِنَّ مَرْجِعَهُمْ لَاِلَى الْجَحِيْمِ
ṡumma inna marji'ahum la`ilal-jaḥīm
68
Kemudian pasti tempat kembali mereka ke neraka Jahim.
Kemudian pasti tempat kembali mereka ke neraka Jahim.
اِنَّهُمْ اَلْفَوْا اٰبَاۤءَهُمْ ضَاۤلِّيْنَۙ
innahum alfau ābā`ahum ḍāllīn
69
Sesungguhnya mereka mendapati nenek moyang mereka dalam keadaan sesat,
Sesungguhnya mereka mendapati nenek moyang mereka dalam keadaan sesat,
فَهُمْ عَلٰٓى اٰثٰرِهِمْ يُهْرَعُوْنَ
fa hum 'alā āṡārihim yuhra'ụn
70
lalu mereka tergesa-gesa mengikuti jejak (nenek moyang) mereka.
lalu mereka tergesa-gesa mengikuti jejak (nenek moyang) mereka.
وَلَقَدْ ضَلَّ قَبْلَهُمْ اَكْثَرُ الْاَوَّلِيْنَۙ
wa laqad ḍalla qablahum akṡarul-awwalīn
71
Dan sungguh, sebelum mereka (Suku Quraisy), telah sesat sebagian besar dari orang-orang yang dahulu,
Dan sungguh, sebelum mereka (Suku Quraisy), telah sesat sebagian besar dari orang-orang yang dahulu,
وَلَقَدْ اَرْسَلْنَا فِيْهِمْ مُّنْذِرِيْنَ
wa laqad arsalnā fīhim munżirīn
72
dan sungguh, Kami telah mengutus (rasul) pemberi peringatan di kalangan mereka.
dan sungguh, Kami telah mengutus (rasul) pemberi peringatan di kalangan mereka.
فَانْظُرْ كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الْمُنْذَرِيْنَۙ
fanẓur kaifa kāna 'āqibatul-munżarīn
73
Maka perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang diberi peringatan itu,
Maka perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang diberi peringatan itu,
اِلَّا عِبَادَ اللّٰهِ الْمُخْلَصِيْنَ
illā 'ibādallāhil-mukhlaṣīn
74
kecuali hamba-hamba Allah yang disucikan (dari dosa).
kecuali hamba-hamba Allah yang disucikan (dari dosa).
وَلَقَدْ نَادٰىنَا نُوْحٌ فَلَنِعْمَ الْمُجِيْبُوْنَۖ
wa laqad nādānā nụḥun fa lani'mal-mujībụn
75
Dan sungguh, Nuh telah berdoa kepada Kami, maka sungguh, Kamilah sebaik-baik yang memperkenankan doa.
Dan sungguh, Nuh telah berdoa kepada Kami, maka sungguh, Kamilah sebaik-baik yang memperkenankan doa.
وَنَجَّيْنٰهُ وَاَهْلَهٗ مِنَ الْكَرْبِ الْعَظِيْمِۖ
wa najjaināhu wa ahlahụ minal-karbil-'aẓīm
76
Kami telah menyelamatkan dia dan pengikutnya dari bencana yang besar.
Kami telah menyelamatkan dia dan pengikutnya dari bencana yang besar.
وَجَعَلْنَا ذُرِّيَّتَهٗ هُمُ الْبٰقِيْنَ
wa ja'alnā żurriyyatahụ humul-bāqīn
77
Dan Kami jadikan anak cucunya orang-orang yang melanjutkan keturunan.
Dan Kami jadikan anak cucunya orang-orang yang melanjutkan keturunan.
وَتَرَكْنَا عَلَيْهِ فِى الْاٰخِرِيْنَ ۖ
wa taraknā 'alaihi fil-ākhirīn
78
Dan Kami abadikan untuk Nuh (pujian) di kalangan orang-orang yang datang kemudian;
Dan Kami abadikan untuk Nuh (pujian) di kalangan orang-orang yang datang kemudian;
سَلٰمٌ عَلٰى نُوْحٍ فِى الْعٰلَمِيْنَ
salāmun 'alā nụḥin fil-'ālamīn
79
”Kesejahteraan (Kami limpahkan) atas Nuh di seluruh alam.”
”Kesejahteraan (Kami limpahkan) atas Nuh di seluruh alam.”
اِنَّا كَذٰلِكَ نَجْزِى الْمُحْسِنِيْنَ
innā każālika najzil-muḥsinīn
80
Sungguh, demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.
Sungguh, demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.
اِنَّهٗ مِنْ عِبَادِنَا الْمُؤْمِنِيْنَ
innahụ min 'ibādinal-mu`minīn
81
Sungguh, dia termasuk di antara hamba-hamba Kami yang beriman.
Sungguh, dia termasuk di antara hamba-hamba Kami yang beriman.
ثُمَّ اَغْرَقْنَا الْاٰخَرِيْنَ
ṡumma agraqnal-ākharīn
82
Kemudian Kami tenggelamkan yang lain.
Kemudian Kami tenggelamkan yang lain.
وَاِنَّ مِنْ شِيْعَتِهٖ لَاِبْرٰهِيْمَ ۘ
wa inna min syī'atihī la`ibrāhīm
83
Dan sungguh, Ibrahim termasuk golongannya (Nuh).
Dan sungguh, Ibrahim termasuk golongannya (Nuh).
اِذْ جَاۤءَ رَبَّهٗ بِقَلْبٍ سَلِيْمٍۙ
iż jā`a rabbahụ biqalbin salīm
84
(Ingatlah) ketika dia datang kepada Tuhannya dengan hati yang suci,
(Ingatlah) ketika dia datang kepada Tuhannya dengan hati yang suci,
اِذْ قَالَ لِاَبِيْهِ وَقَوْمِهٖ مَاذَا تَعْبُدُوْنَ ۚ
iż qāla li`abīhi wa qaumihī māżā ta'budụn
85
(ingatlah) ketika dia berkata kepada ayahnya dan kaumnya, “Apakah yang kamu sembah itu?
(ingatlah) ketika dia berkata kepada ayahnya dan kaumnya, “Apakah yang kamu sembah itu?
اَىِٕفْكًا اٰلِهَةً دُوْنَ اللّٰهِ تُرِيْدُوْنَۗ
a ifkan āliḥatan dụnallāhi turīdụn
86
Apakah kamu menghendaki kebohongan dengan sesembahan selain Allah itu?
Apakah kamu menghendaki kebohongan dengan sesembahan selain Allah itu?
فَمَا ظَنُّكُمْ بِرَبِّ الْعٰلَمِيْنَ
fa mā ẓannukum birabbil-'ālamīn
87
Maka bagaimana anggapanmu terhadap Tuhan seluruh alam?”
Maka bagaimana anggapanmu terhadap Tuhan seluruh alam?”
فَنَظَرَ نَظْرَةً فِى النُّجُوْمِۙ
fa naẓara naẓratan fin-nujụm
88
Lalu dia memandang sekilas ke bintang-bintang,
Lalu dia memandang sekilas ke bintang-bintang,
فَقَالَ اِنِّيْ سَقِيْمٌ
fa qāla innī saqīm
89
kemudian dia (Ibrahim) berkata, “Sesungguhnya aku sakit.”
kemudian dia (Ibrahim) berkata, “Sesungguhnya aku sakit.”
فَتَوَلَّوْا عَنْهُ مُدْبِرِيْنَ
fa tawallau 'an-hu mudbirīn
90
Lalu mereka berpaling dari dia dan pergi meninggalkannya.
Lalu mereka berpaling dari dia dan pergi meninggalkannya.
فَرَاغَ اِلٰٓى اٰلِهَتِهِمْ فَقَالَ اَلَا تَأْكُلُوْنَۚ
fa rāga ilā ālihatihim fa qāla alā ta`kulụn
91
Kemudian dia (Ibrahim) pergi dengan diam-diam kepada berhala-berhala mereka; lalu dia berkata, “Mengapa kamu tidak makan?
Kemudian dia (Ibrahim) pergi dengan diam-diam kepada berhala-berhala mereka; lalu dia berkata, “Mengapa kamu tidak makan?
مَا لَكُمْ لَا تَنْطِقُوْنَ
mā lakum lā tanṭiqụn
92
Mengapa kamu tidak menjawab?”
Mengapa kamu tidak menjawab?”
فَرَاغَ عَلَيْهِمْ ضَرْبًا ۢبِالْيَمِيْنِ
fa rāga 'alaihim ḍarbam bil-yamīn
93
Lalu dihadapinya (berhala-berhala) itu sambil memukulnya dengan tangan kanannya.
Lalu dihadapinya (berhala-berhala) itu sambil memukulnya dengan tangan kanannya.
فَاَقْبَلُوْٓا اِلَيْهِ يَزِفُّوْنَ
fa aqbalū ilaihi yaziffụn
94
Kemudian mereka (kaumnya) datang bergegas kepadanya.
Kemudian mereka (kaumnya) datang bergegas kepadanya.
قَالَ اَتَعْبُدُوْنَ مَا تَنْحِتُوْنَۙ
qāla a ta'budụna mā tan-ḥitụn
95
Dia (Ibrahim) berkata, “Apakah kamu menyembah patung-patung yang kamu pahat itu?
Dia (Ibrahim) berkata, “Apakah kamu menyembah patung-patung yang kamu pahat itu?
وَاللّٰهُ خَلَقَكُمْ وَمَا تَعْمَلُوْنَ
wallāhu khalaqakum wa mā ta'malụn
96
Padahal Allah-lah yang menciptakan kamu dan apa yang kamu perbuat itu.”
Padahal Allah-lah yang menciptakan kamu dan apa yang kamu perbuat itu.”
قَالُوا ابْنُوْا لَهٗ بُنْيَانًا فَاَلْقُوْهُ فِى الْجَحِيْمِ
qālubnụ lahụ bun-yānan fa alqụhu fil-jaḥīm
97
Mereka berkata, “Buatlah bangunan (perapian) untuknya (membakar Ibrahim); lalu lemparkan dia ke dalam api yang menyala-nyala itu.”
Mereka berkata, “Buatlah bangunan (perapian) untuknya (membakar Ibrahim); lalu lemparkan dia ke dalam api yang menyala-nyala itu.”
فَاَرَادُوْا بِهٖ كَيْدًا فَجَعَلْنٰهُمُ الْاَسْفَلِيْنَ
fa arādụ bihī kaidan fa ja'alnāhumul-asfalīn
98
Maka mereka bermaksud memperdayainya dengan (membakar)nya, (namun Allah menyelamatkannya), lalu Kami jadikan mereka orang-orang yang hina.
Maka mereka bermaksud memperdayainya dengan (membakar)nya, (namun Allah menyelamatkannya), lalu Kami jadikan mereka orang-orang yang hina.
وَقَالَ اِنِّيْ ذَاهِبٌ اِلٰى رَبِّيْ سَيَهْدِيْنِ
wa qāla innī żāhibun ilā rabbī sayahdīn
99
Dan dia (Ibrahim) berkata, “Sesungguhnya aku harus pergi (menghadap) kepada Tuhanku, Dia akan memberi petunjuk kepadaku.
Dan dia (Ibrahim) berkata, “Sesungguhnya aku harus pergi (menghadap) kepada Tuhanku, Dia akan memberi petunjuk kepadaku.
رَبِّ هَبْ لِيْ مِنَ الصّٰلِحِيْنَ
rabbi hab lī minaṣ-ṣāliḥīn
100
Ya Tuhanku, anugerahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang yang saleh.”
Ya Tuhanku, anugerahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang yang saleh.”
فَبَشَّرْنٰهُ بِغُلٰمٍ حَلِيْمٍ
fa basysyarnāhu bigulāmin ḥalīm
101
Maka Kami beri kabar gembira kepadanya dengan (kelahiran) seorang anak yang sangat sabar (Ismail).
Maka Kami beri kabar gembira kepadanya dengan (kelahiran) seorang anak yang sangat sabar (Ismail).
فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ السَّعْيَ قَالَ يٰبُنَيَّ اِنِّيْٓ اَرٰى فِى الْمَنَامِ اَنِّيْٓ اَذْبَحُكَ فَانْظُرْ مَاذَا تَرٰىۗ قَالَ يٰٓاَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُۖ سَتَجِدُنِيْٓ اِنْ شَاۤءَ اللّٰهُ مِنَ الصّٰبِرِيْنَ
fa lammā balaga ma'ahus-sa'ya qāla yā bunayya innī arā fil-manāmi annī ażbaḥuka fanẓur māżā tarā, qāla yā abatif'al mā tu`maru satajidunī in syā`allāhu minaṣ-ṣābirīn
102
Maka ketika anak itu sampai (pada umur) sanggup berusaha bersamanya, (Ibrahim) berkata, “Wahai anakku! Sesungguhnya aku bermimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah bagaimana pendapatmu!” Dia (Ismail) menjawab, “Wahai ayahku! Lakukanlah apa yang diperintahkan (Allah) kepadamu; insya Allah engkau akan mendapatiku termasuk orang yang sabar.”
Maka ketika anak itu sampai (pada umur) sanggup berusaha bersamanya, (Ibrahim) berkata, “Wahai anakku! Sesungguhnya aku bermimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah bagaimana pendapatmu!” Dia (Ismail) menjawab, “Wahai ayahku! Lakukanlah apa yang diperintahkan (Allah) kepadamu; insya Allah engkau akan mendapatiku termasuk orang yang sabar.”
فَلَمَّآ اَسْلَمَا وَتَلَّهٗ لِلْجَبِيْنِۚ
fa lammā aslamā wa tallahụ lil-jabīn
103
Maka ketika keduanya telah berserah diri dan dia (Ibrahim) membaringkan anaknya atas pelipis(nya), (untuk melaksanakan perintah Allah).
Maka ketika keduanya telah berserah diri dan dia (Ibrahim) membaringkan anaknya atas pelipis(nya), (untuk melaksanakan perintah Allah).
وَنَادَيْنٰهُ اَنْ يّٰٓاِبْرٰهِيْمُ ۙ
wa nādaināhu ay yā ibrāhīm
104
Lalu Kami panggil dia, “Wahai Ibrahim!
Lalu Kami panggil dia, “Wahai Ibrahim!
قَدْ صَدَّقْتَ الرُّؤْيَا ۚاِنَّا كَذٰلِكَ نَجْزِى الْمُحْسِنِيْنَ
qad ṣaddaqtar-ru`yā, innā każālika najzil-muḥsinīn
105
sungguh, engkau telah membenarkan mimpi itu.” Sungguh, demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.
sungguh, engkau telah membenarkan mimpi itu.” Sungguh, demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.
اِنَّ هٰذَا لَهُوَ الْبَلٰۤؤُا الْمُبِيْنُ
inna hāżā lahuwal-balā`ul mubīn
106
Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata.
Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata.
وَفَدَيْنٰهُ بِذِبْحٍ عَظِيْمٍ
wa fadaināhu biżib-ḥin 'aẓīm
107
Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar.
Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar.
وَتَرَكْنَا عَلَيْهِ فِى الْاٰخِرِيْنَ ۖ
wa taraknā 'alaihi fil-ākhirīn
108
Dan Kami abadikan untuk Ibrahim (pujian) di kalangan orang-orang yang datang kemudian,
Dan Kami abadikan untuk Ibrahim (pujian) di kalangan orang-orang yang datang kemudian,
سَلٰمٌ عَلٰٓى اِبْرٰهِيْمَ
salāmun 'alā ibrāhīm
109
”Selamat sejahtera bagi Ibrahim.”
”Selamat sejahtera bagi Ibrahim.”
كَذٰلِكَ نَجْزِى الْمُحْسِنِيْنَ
każālika najzil-muḥsinīn
110
Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.
Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.
اِنَّهٗ مِنْ عِبَادِنَا الْمُؤْمِنِيْنَ
innahụ min 'ibādinal-mu`minīn
111
Sungguh, dia termasuk hamba-hamba Kami yang beriman.
Sungguh, dia termasuk hamba-hamba Kami yang beriman.
وَبَشَّرْنٰهُ بِاِسْحٰقَ نَبِيًّا مِّنَ الصّٰلِحِيْنَ
wa basysyarnāhu bi`is-ḥāqa nabiyyam minaṣ-ṣāliḥīn
112
Dan Kami beri dia kabar gembira dengan (kelahiran) Ishak seorang nabi yang termasuk orang-orang yang saleh.
Dan Kami beri dia kabar gembira dengan (kelahiran) Ishak seorang nabi yang termasuk orang-orang yang saleh.
وَبٰرَكْنَا عَلَيْهِ وَعَلٰٓى اِسْحٰقَۗ وَمِنْ ذُرِّيَّتِهِمَا مُحْسِنٌ وَّظَالِمٌ لِّنَفْسِهٖ مُبِيْنٌ
wa bāraknā 'alaihi wa 'alā is-ḥāq, wa min żurriyyatihimā muḥsinuw wa ẓālimul linafsihī mubīn
113
Dan Kami limpahkan keberkahan kepadanya dan kepada Ishak. Dan di antara keturunan keduanya ada yang berbuat baik dan ada (pula) yang terang-terangan berbuat zalim terhadap dirinya sendiri.
Dan Kami limpahkan keberkahan kepadanya dan kepada Ishak. Dan di antara keturunan keduanya ada yang berbuat baik dan ada (pula) yang terang-terangan berbuat zalim terhadap dirinya sendiri.
وَلَقَدْ مَنَنَّا عَلٰى مُوْسٰى وَهٰرُوْنَ ۚ
wa laqad manannā 'alā mụsā wa hārụn
114
Dan sungguh, Kami telah melimpahkan nikmat kepada Musa dan Harun.
Dan sungguh, Kami telah melimpahkan nikmat kepada Musa dan Harun.
وَنَجَّيْنٰهُمَا وَقَوْمَهُمَا مِنَ الْكَرْبِ الْعَظِيْمِۚ
wa najjaināhumā wa qaumahumā minal-karbil-'aẓīm
115
Dan Kami selamatkan keduanya dan kaumnya dari bencana yang besar,
Dan Kami selamatkan keduanya dan kaumnya dari bencana yang besar,
وَنَصَرْنٰهُمْ فَكَانُوْا هُمُ الْغٰلِبِيْنَۚ
wa naṣarnāhum fa kānụ humul-gālibīn
116
dan Kami tolong mereka, sehingga jadilah mereka orang-orang yang menang.
dan Kami tolong mereka, sehingga jadilah mereka orang-orang yang menang.
وَاٰتَيْنٰهُمَا الْكِتٰبَ الْمُسْتَبِيْنَ ۚ
wa ātaināhumal-kitābal-mustabīn
117
Dan Kami berikan kepada keduanya Kitab yang sangat jelas,
Dan Kami berikan kepada keduanya Kitab yang sangat jelas,
وَهَدَيْنٰهُمَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيْمَۚ
wa hadaināhumaṣ-ṣirāṭal-mustaqīm
118
dan Kami tunjukkan keduanya jalan yang lurus.
dan Kami tunjukkan keduanya jalan yang lurus.
وَتَرَكْنَا عَلَيْهِمَا فِى الْاٰخِرِيْنَ ۖ
wa taraknā 'alaihimā fil-ākhirīn
119
Dan Kami abadikan untuk keduanya (pujian) di kalangan orang-orang yang datang kemudian,
Dan Kami abadikan untuk keduanya (pujian) di kalangan orang-orang yang datang kemudian,
سَلٰمٌ عَلٰى مُوْسٰى وَهٰرُوْنَ
salāmun 'alā mụsā wa hārụn
120
”Selamat sejahtera bagi Musa dan Harun.”
”Selamat sejahtera bagi Musa dan Harun.”
اِنَّا كَذٰلِكَ نَجْزِى الْمُحْسِنِيْنَ
innā każālika najzil-muḥsinīn
121
Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.
Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.
اِنَّهُمَا مِنْ عِبَادِنَا الْمُؤْمِنِيْنَ
innahumā min 'ibādinal-mu`minīn
122
Sungguh, keduanya termasuk hamba-hamba Kami yang beriman.
Sungguh, keduanya termasuk hamba-hamba Kami yang beriman.
وَاِنَّ اِلْيَاسَ لَمِنَ الْمُرْسَلِيْنَۗ
wa inna ilyāsa laminal-mursalīn
123
Dan sungguh, Ilyas benar-benar termasuk salah seorang rasul.
Dan sungguh, Ilyas benar-benar termasuk salah seorang rasul.
اِذْ قَالَ لِقَوْمِهٖٓ اَلَا تَتَّقُوْنَ
iż qāla liqaumihī alā tattaqụn
124
(Ingatlah) ketika dia berkata kepada kaumnya, “Mengapa kamu tidak bertakwa?
(Ingatlah) ketika dia berkata kepada kaumnya, “Mengapa kamu tidak bertakwa?
اَتَدْعُوْنَ بَعْلًا وَّتَذَرُوْنَ اَحْسَنَ الْخَالِقِيْنَۙ
a tad'ụna ba'law wa tażarụna aḥsanal-khāliqīn
125
Patutkah kamu menyembah Ba’l dan kamu tinggalkan (Allah) sebaik-baik pencipta.
Patutkah kamu menyembah Ba’l dan kamu tinggalkan (Allah) sebaik-baik pencipta.
اللّٰهَ رَبَّكُمْ وَرَبَّ اٰبَاۤىِٕكُمُ الْاَوَّلِيْنَ
allāha rabbakum wa rabba ābā`ikumul-awwalīn
126
(Yaitu) Allah Tuhanmu dan Tuhan nenek moyangmu yang terdahulu?”
(Yaitu) Allah Tuhanmu dan Tuhan nenek moyangmu yang terdahulu?”
فَكَذَّبُوْهُ فَاِنَّهُمْ لَمُحْضَرُوْنَۙ
fa każżabụhu fa innahum lamuḥḍarụn
127
Tetapi mereka mendustakannya (Ilyas), maka sungguh, mereka akan diseret (ke neraka),
Tetapi mereka mendustakannya (Ilyas), maka sungguh, mereka akan diseret (ke neraka),
اِلَّا عِبَادَ اللّٰهِ الْمُخْلَصِيْنَ
illā 'ibādallāhil-mukhlaṣīn
128
kecuali hamba-hamba Allah yang disucikan (dari dosa),
kecuali hamba-hamba Allah yang disucikan (dari dosa),
وَتَرَكْنَا عَلَيْهِ فِى الْاٰخِرِيْنَ ۙ
wa taraknā 'alaihi fil-ākhirīn
129
Dan Kami abadikan untuk Ilyas (pujian) di kalangan orang-orang yang datang kemudian.
Dan Kami abadikan untuk Ilyas (pujian) di kalangan orang-orang yang datang kemudian.
سَلٰمٌ عَلٰٓى اِلْ يَاسِيْنَ
salāmun 'alā ilyāsīn
130
”Selamat sejahtera bagi Ilyas.”
”Selamat sejahtera bagi Ilyas.”
اِنَّا كَذٰلِكَ نَجْزِى الْمُحْسِنِيْنَ
innā każālika najzil-muḥsinīn
131
Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.
Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik.
اِنَّهٗ مِنْ عِبَادِنَا الْمُؤْمِنِيْنَ
innahụ min 'ibādinal-mu`minīn
132
Sungguh, dia termasuk hamba-hamba Kami yang beriman.
Sungguh, dia termasuk hamba-hamba Kami yang beriman.
وَاِنَّ لُوْطًا لَّمِنَ الْمُرْسَلِيْنَۗ
wa inna lụṭal laminal-mursalīn
133
Dan sungguh, Lut benar-benar termasuk salah seorang rasul.
Dan sungguh, Lut benar-benar termasuk salah seorang rasul.
اِذْ نَجَّيْنٰهُ وَاَهْلَهٗٓ اَجْمَعِيْۙنَ
iż najjaināhu wa ahlahū ajma'īn
134
(Ingatlah) ketika Kami telah menyelamatkan dia dan pengikutnya semua,
(Ingatlah) ketika Kami telah menyelamatkan dia dan pengikutnya semua,
اِلَّا عَجُوْزًا فِى الْغٰبِرِيْنَ
illā 'ajụzan fil-gābirīn
135
kecuali seorang perempuan tua (istrinya) bersama-sama orang yang tinggal (di kota).
kecuali seorang perempuan tua (istrinya) bersama-sama orang yang tinggal (di kota).
ثُمَّ دَمَّرْنَا الْاٰخَرِيْنَ
ṡumma dammarnal-ākharīn
136
Kemudian Kami binasakan orang-orang yang lain.
Kemudian Kami binasakan orang-orang yang lain.
وَاِنَّكُمْ لَتَمُرُّوْنَ عَلَيْهِمْ مُّصْبِحِيْنَۙ
wa innakum latamurrụna 'alaihim muṣbiḥīn
137
Dan sesungguhnya kamu (penduduk Mekah) benar-benar akan melalui (bekas-bekas) mereka pada waktu pagi,
Dan sesungguhnya kamu (penduduk Mekah) benar-benar akan melalui (bekas-bekas) mereka pada waktu pagi,
وَبِالَّيْلِۗ اَفَلَا تَعْقِلُوْنَ
wa bil-laīl, a fa lā ta'qilụn
138
dan pada waktu malam. Maka mengapa kamu tidak mengerti?
dan pada waktu malam. Maka mengapa kamu tidak mengerti?
وَاِنَّ يُوْنُسَ لَمِنَ الْمُرْسَلِيْنَۗ
wa inna yụnusa laminal-mursalīn
139
Dan sungguh, Yunus benar-benar termasuk salah seorang rasul,
Dan sungguh, Yunus benar-benar termasuk salah seorang rasul,
اِذْ اَبَقَ اِلَى الْفُلْكِ الْمَشْحُوْنِۙ
iż abaqa ilal-fulkil-masy-ḥụn
140
(ingatlah) ketika dia lari, ke kapal yang penuh muatan,
(ingatlah) ketika dia lari, ke kapal yang penuh muatan,
فَسَاهَمَ فَكَانَ مِنَ الْمُدْحَضِيْنَۚ
fa sāhama fa kāna minal-mud-ḥaḍīn
141
kemudian dia ikut diundi ternyata dia termasuk orang-orang yang kalah (dalam undian).
kemudian dia ikut diundi ternyata dia termasuk orang-orang yang kalah (dalam undian).
فَالْتَقَمَهُ الْحُوْتُ وَهُوَ مُلِيْمٌ
faltaqamahul-ḥụtu wa huwa mulīm
142
Maka dia ditelan oleh ikan besar dalam keadaan tercela.
Maka dia ditelan oleh ikan besar dalam keadaan tercela.
فَلَوْلَآ اَنَّهٗ كَانَ مِنَ الْمُسَبِّحِيْنَ ۙ
falau lā annahụ kāna minal-musabbiḥīn
143
Maka sekiranya dia tidak termasuk orang yang banyak berzikir (bertasbih) kepada Allah,
Maka sekiranya dia tidak termasuk orang yang banyak berzikir (bertasbih) kepada Allah,
لَلَبِثَ فِيْ بَطْنِهٖٓ اِلٰى يَوْمِ يُبْعَثُوْنَۚ
lalabiṡa fī baṭnihī ilā yaumi yub'aṡụn
144
niscaya dia akan tetap tinggal di perut (ikan itu) sampai hari kebangkitan.
niscaya dia akan tetap tinggal di perut (ikan itu) sampai hari kebangkitan.
فَنَبَذْنٰهُ بِالْعَرَاۤءِ وَهُوَ سَقِيْمٌ ۚ
fa nabażnāhu bil-'arā`i wa huwa saqīm
145
Kemudian Kami lemparkan dia ke daratan yang tandus, sedang dia dalam keadaan sakit.
Kemudian Kami lemparkan dia ke daratan yang tandus, sedang dia dalam keadaan sakit.
وَاَنْۢبَتْنَا عَلَيْهِ شَجَرَةً مِّنْ يَّقْطِيْنٍۚ
wa ambatnā 'alaihi syajaratam miy yaqṭīn
146
Kemudian untuk dia Kami tumbuhkan sebatang pohon dari jenis labu.
Kemudian untuk dia Kami tumbuhkan sebatang pohon dari jenis labu.
وَاَرْسَلْنٰهُ اِلٰى مِائَةِ اَلْفٍ اَوْ يَزِيْدُوْنَۚ
wa arsalnāhu ilā mi`ati alfin au yazīdụn
147
Dan Kami utus dia kepada seratus ribu (orang) atau lebih,
Dan Kami utus dia kepada seratus ribu (orang) atau lebih,
فَاٰمَنُوْا فَمَتَّعْنٰهُمْ اِلٰى حِيْنٍ
fa āmanụ fa matta'nāhum ilā ḥīn
148
sehingga mereka beriman, karena itu Kami anugerahkan kenikmatan hidup kepada mereka hingga waktu tertentu.
sehingga mereka beriman, karena itu Kami anugerahkan kenikmatan hidup kepada mereka hingga waktu tertentu.
فَاسْتَفْتِهِمْ اَلِرَبِّكَ الْبَنَاتُ وَلَهُمُ الْبَنُوْنَۚ
fastaftihim a lirabbikal-banātu wa lahumul-banụn
149
Maka tanyakanlah (Muhammad) kepada mereka (orang-orang kafir Mekah), “Apakah anak-anak perempuan itu untuk Tuhanmu sedangkan untuk mereka anak-anak laki-laki?”
Maka tanyakanlah (Muhammad) kepada mereka (orang-orang kafir Mekah), “Apakah anak-anak perempuan itu untuk Tuhanmu sedangkan untuk mereka anak-anak laki-laki?”
اَمْ خَلَقْنَا الْمَلٰۤىِٕكَةَ اِنَاثًا وَّهُمْ شَاهِدُوْنَ
am khalaqnal-malā`ikata ināṡaw wa hum syāhidụn
150
atau apakah Kami menciptakan malaikat-malaikat berupa perempuan sedangkan mereka menyaksikan(nya)?
atau apakah Kami menciptakan malaikat-malaikat berupa perempuan sedangkan mereka menyaksikan(nya)?
اَلَآ اِنَّهُمْ مِّنْ اِفْكِهِمْ لَيَقُوْلُوْنَۙ
alā innahum min ifkihim layaqụlụn
151
Ingatlah, sesungguhnya di antara kebohongannya mereka benar-benar mengatakan,
Ingatlah, sesungguhnya di antara kebohongannya mereka benar-benar mengatakan,
وَلَدَ اللّٰهُ ۙوَاِنَّهُمْ لَكٰذِبُوْنَۙ
waladallāhu wa innahum lakāżibụn
152
”Allah mempunyai anak.” Dan sungguh, mereka benar-benar pendusta,
”Allah mempunyai anak.” Dan sungguh, mereka benar-benar pendusta,
اَصْطَفَى الْبَنَاتِ عَلَى الْبَنِيْنَۗ
aṣṭafal-banāti 'alal-banīn
153
apakah Dia (Allah) memilih anak-anak perempuan daripada anak-anak laki-laki?
apakah Dia (Allah) memilih anak-anak perempuan daripada anak-anak laki-laki?
مَا لَكُمْۗ كَيْفَ تَحْكُمُوْنَ
mā lakum, kaifa taḥkumụn
154
Mengapa kamu ini? Bagaimana (caranya) kamu menetapkan?
Mengapa kamu ini? Bagaimana (caranya) kamu menetapkan?
اَفَلَا تَذَكَّرُوْنَۚ
a fa lā tażakkarụn
155
Maka mengapa kamu tidak memikirkan?
Maka mengapa kamu tidak memikirkan?
اَمْ لَكُمْ سُلْطٰنٌ مُّبِيْنٌۙ
am lakum sulṭānum mubīn
156
Ataukah kamu mempunyai bukti yang jelas?
Ataukah kamu mempunyai bukti yang jelas?
فَأْتُوْا بِكِتٰبِكُمْ اِنْ كُنْتُمْ صٰدِقِيْنَ
fa`tụ bikitābikum ing kuntum ṣādiqīn
157
(Kalau begitu) maka bawalah kitabmu jika kamu orang yang benar.
(Kalau begitu) maka bawalah kitabmu jika kamu orang yang benar.
وَجَعَلُوْا بَيْنَهٗ وَبَيْنَ الْجِنَّةِ نَسَبًا ۗوَلَقَدْ عَلِمَتِ الْجِنَّةُ اِنَّهُمْ لَمُحْضَرُوْنَۙ
wa ja'alụ bainahụ wa bainal-jinnati nasabā, wa laqad 'alimatil-jinnatu innahum lamuḥḍarụn
158
Dan mereka mengadakan (hubungan) nasab (keluarga) antara Dia (Allah) dan jin. Dan sungguh, jin telah mengetahui bahwa mereka pasti akan diseret (ke neraka),
Dan mereka mengadakan (hubungan) nasab (keluarga) antara Dia (Allah) dan jin. Dan sungguh, jin telah mengetahui bahwa mereka pasti akan diseret (ke neraka),
سُبْحٰنَ اللّٰهِ عَمَّا يَصِفُوْنَۙ
sub-ḥanallāhi 'ammā yaṣifụn
159
Mahasuci Allah dari apa yang mereka sifatkan,
Mahasuci Allah dari apa yang mereka sifatkan,
اِلَّا عِبَادَ اللّٰهِ الْمُخْلَصِيْنَ
illā 'ibādallāhil-mukhlaṣīn
160
kecuali hamba-hamba Allah yang disucikan (dari dosa).
kecuali hamba-hamba Allah yang disucikan (dari dosa).
فَاِنَّكُمْ وَمَا تَعْبُدُوْنَۙ
fa innakum wa mā ta'budụn
161
Maka sesungguhnya kamu dan apa yang kamu sembah itu,
Maka sesungguhnya kamu dan apa yang kamu sembah itu,
مَآ اَنْتُمْ عَلَيْهِ بِفَاتِنِيْنَۙ
mā antum 'alaihi bifātinīn
162
tidak akan dapat menyesatkan (seseorang) terhadap Allah,
tidak akan dapat menyesatkan (seseorang) terhadap Allah,
اِلَّا مَنْ هُوَ صَالِ الْجَحِيْمِ
illā man huwa ṣālil-jaḥīm
163
kecuali orang-orang yang akan masuk ke neraka Jahim.
kecuali orang-orang yang akan masuk ke neraka Jahim.
وَمَا مِنَّآ اِلَّا لَهٗ مَقَامٌ مَّعْلُوْمٌۙ
wa mā minnā illā lahụ maqāmum ma'lụm
164
Dan tidak satu pun di antara kami (malaikat) melainkan masing-masing mempunyai kedudukan tertentu,
Dan tidak satu pun di antara kami (malaikat) melainkan masing-masing mempunyai kedudukan tertentu,
وَاِنَّا لَنَحْنُ الصَّۤافُّوْنَۖ
wa innā lanaḥnuṣ-ṣāffụn
165
dan sesungguhnya kami selalu teratur dalam barisan (dalam melaksanakan perintah Allah).
dan sesungguhnya kami selalu teratur dalam barisan (dalam melaksanakan perintah Allah).
وَاِنَّا لَنَحْنُ الْمُسَبِّحُوْنَ
wa innā lanaḥnul-musabbiḥụn
166
Dan sungguh, kami benar-benar terus bertasbih (kepada Allah).
Dan sungguh, kami benar-benar terus bertasbih (kepada Allah).
وَاِنْ كَانُوْا لَيَقُوْلُوْنَۙ
wa ing kānụ layaqụlụn
167
Dan sesungguhnya mereka (orang kafir Mekah) benar-benar pernah berkata,
Dan sesungguhnya mereka (orang kafir Mekah) benar-benar pernah berkata,
لَوْ اَنَّ عِنْدَنَا ذِكْرًا مِّنَ الْاَوَّلِيْنَۙ
lau anna 'indanā żikram minal-awwalīn
168
”Sekiranya di sisi kami ada sebuah kitab dari (kitab-kitab yang diturunkan) kepada orang-orang dahulu,
”Sekiranya di sisi kami ada sebuah kitab dari (kitab-kitab yang diturunkan) kepada orang-orang dahulu,
لَكُنَّا عِبَادَ اللّٰهِ الْمُخْلَصِيْنَ
lakunnā 'ibādallāhil-mukhlaṣīn
169
tentu kami akan menjadi hamba Allah yang disucikan (dari dosa).”
tentu kami akan menjadi hamba Allah yang disucikan (dari dosa).”
فَكَفَرُوْا بِهٖۚ فَسَوْفَ يَعْلَمُوْنَ
fa kafarụ bih, fa saufa ya'lamụn
170
Tetapi ternyata mereka mengingkarinya (Al-Qur'an); maka kelak mereka akan mengetahui (akibat keingkarannya itu).
Tetapi ternyata mereka mengingkarinya (Al-Qur'an); maka kelak mereka akan mengetahui (akibat keingkarannya itu).
وَلَقَدْ سَبَقَتْ كَلِمَتُنَا لِعِبَادِنَا الْمُرْسَلِيْنَ ۖ
wa laqad sabaqat kalimatunā li'ibādinal-mursalīn
171
Dan sungguh, janji Kami telah tetap bagi hamba-hamba Kami yang menjadi rasul,
Dan sungguh, janji Kami telah tetap bagi hamba-hamba Kami yang menjadi rasul,
اِنَّهُمْ لَهُمُ الْمَنْصُوْرُوْنَۖ
innahum lahumul-manṣụrụn
172
(yaitu) mereka itu pasti akan mendapat pertolongan.
(yaitu) mereka itu pasti akan mendapat pertolongan.
وَاِنَّ جُنْدَنَا لَهُمُ الْغٰلِبُوْنَ
wa inna jundanā lahumul-gālibụn
173
Dan sesungguhnya bala tentara Kami itulah yang pasti menang.
Dan sesungguhnya bala tentara Kami itulah yang pasti menang.
فَتَوَلَّ عَنْهُمْ حَتّٰى حِيْنٍۙ
fa tawalla 'an-hum ḥattā ḥīn
174
Maka berpalinglah engkau (Muhammad) dari mereka sampai waktu tertentu,
Maka berpalinglah engkau (Muhammad) dari mereka sampai waktu tertentu,
وَّاَبْصِرْهُمْۗ فَسَوْفَ يُبْصِرُوْنَ
wa abṣir-hum, fa saufa yubṣirụn
175
dan perlihatkanlah kepada mereka, maka kelak mereka akan melihat (azab itu).
dan perlihatkanlah kepada mereka, maka kelak mereka akan melihat (azab itu).
اَفَبِعَذَابِنَا يَسْتَعْجِلُوْنَ
a fa bi'ażābinā yasta'jilụn
176
Maka apakah mereka meminta agar azab Kami disegerakan?
Maka apakah mereka meminta agar azab Kami disegerakan?
فَاِذَا نَزَلَ بِسَاحَتِهِمْ فَسَاۤءَ صَبَاحُ الْمُنْذَرِيْنَ
fa iżā nazala bisāḥatihim fa sā`a ṣabāḥul-munżarīn
177
Maka apabila (siksaan) itu turun di halaman mereka, maka sangat buruklah pagi hari bagi orang-orang yang diperingatkan itu.
Maka apabila (siksaan) itu turun di halaman mereka, maka sangat buruklah pagi hari bagi orang-orang yang diperingatkan itu.
وَتَوَلَّ عَنْهُمْ حَتّٰى حِيْنٍۙ
wa tawalla 'an-hum ḥattā ḥīn
178
Dan berpalinglah engkau dari mereka sampai waktu tertentu.
Dan berpalinglah engkau dari mereka sampai waktu tertentu.
وَّاَبْصِرْۗ فَسَوْفَ يُبْصِرُوْنَ
wa abṣir, fa saufa yubṣirụn
179
Dan perlihatkanlah, maka kelak mereka akan melihat (azab itu).
Dan perlihatkanlah, maka kelak mereka akan melihat (azab itu).
سُبْحٰنَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَۚ
sub-ḥāna rabbika rabbil-'izzati 'ammā yaṣifụn
180
Mahasuci Tuhanmu, Tuhan Yang Mahaperkasa dari sifat yang mereka katakan.
Mahasuci Tuhanmu, Tuhan Yang Mahaperkasa dari sifat yang mereka katakan.
وَسَلٰمٌ عَلَى الْمُرْسَلِيْنَۚ
wa salāmun 'alal-mursalīn
181
Dan selamat sejahtera bagi para rasul.
Dan selamat sejahtera bagi para rasul.
وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ
wal-ḥamdu lillāhi rabbil-'ālamīn
182
Dan segala puji bagi Allah Tuhan seluruh alam.
Dan segala puji bagi Allah Tuhan seluruh alam.